<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Web Design Indonesia&#187; Indonesia Web Designer, Web Developer, Freelance | General</title>
	<atom:link href="http://www.sofyanr.com/category/general/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sofyanr.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 14:20:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kontes Design Logo GetAfreelancer 2009</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/kontes-design-logo-getafreelancer-2009.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/kontes-design-logo-getafreelancer-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 03:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Sekadar ingin berbagi info dan iseng-iseng update blog yang mulai berdebu. Salah satu web penyedia informasi kerja freelance, GetAfreelancer, menyelenggarakan kontes Design Logo dengan hadiah yang luar biasa untuk kategori Indonesia antara lain grand prize $10.000,- Ipod Touch 16GB, dll.


Persyaratan tidak terlalu sulit. Asal sudah menjadi member GetAfreelancer dan mengikuti petunjuk yang ada Anda sudah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/kopdar-akbar-loenpia-2009.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kopdar Akbar Loenpia 2009'>Kopdar Akbar Loenpia 2009</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fkontes-design-logo-getafreelancer-2009.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fkontes-design-logo-getafreelancer-2009.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;">Sekadar ingin berbagi info dan iseng-iseng update blog yang mulai berdebu. Salah satu web penyedia informasi kerja freelance, <a href="http://tinyurl.com/7hudf6"><strong>GetAfreelancer</strong></a>, menyelenggarakan kontes Design Logo dengan hadiah yang luar biasa untuk kategori Indonesia antara lain grand prize $10.000,- Ipod Touch 16GB, dll.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.sofyanr.com/wp-content/uploads/2009/08/bg-header.jpg"><img src="http://contest.getafreelancer.com/images/bg-header-inner.jpg" alt="" width="500" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-126"></span></p>
<p style="text-align: left;">Persyaratan tidak terlalu sulit. Asal sudah menjadi member GetAfreelancer dan mengikuti petunjuk yang ada Anda sudah bisa mengikuti kontes ini secara cuma-cuma. Bagi yang belum punya akun di GetAfreelancer <strong><a href="http://tinyurl.com/7hudf6">bisa mendaftar terlebih dahulu </a></strong><a href="http://tinyurl.com/7hudf6"><strong></strong></a><strong><a href="http://tinyurl.com/7hudf6">DI SINI</a>. </strong>Batas akhir pengumpulan hasil desain: 30 September 2009. Info lengkap tentang lomba ini bisa di akses <strong><a href="http://contest.getafreelancer.com/">disini</a></strong></p>
<p style="text-align: left;">Saya berencana mengikuti kontes ini sebagai ucapan terimakasih saya kepada GetAfreelancer. GetAFreelancer adalah salah satu web penyedia info jasa freelance. Saya sudah menggunakannya sejak tahun 2006 ketika pertama kali saya memutuskan menjadi <a href="http://www.sofyanr.com/freelancer-sejati.html"><strong>full time freelancer</strong></a>. Berkat web ini pula saya berhasil mendapatkan puluhan project dengan komposisi 20% melalui proses bidding dan 80% proses penunjukan langsung dari klien-klien lama di GetAfreelancer.</p>
<p style="text-align: left;">Meskipun sekarang saya sangat jarang melakukan bidding untuk project-project baru, tapi saya masih sering memantau isi web ini untuk memantau tren jenis project apa yang sedang naik daun. Info ini sangat berguna untuk menentukan jenis pekerjaan mana yang paling banyak dibutuhkan.</p>
<p style="text-align: left;">Di GetAfreelancer, anda bisa menentukan sendiri jenis pekerjaan yangAnda sukai. Mulai dari tulis menulis, web design, bikin rangkaian elektronik, bahkan tawaran pekerjaan nyepam di forum dan milis pun ada. Tiap hari ada lebih dari 1000 project yang siap Anda dapatkan. Saya sangat merekomendasikan GetAfreelancer untuk mereka yang ingin membangun karir sebagai <strong><a title="Indonesia Freelancer" href="http://www.sofyanr.com">freelancer</a> </strong>atau <strong><a title="Web Developer Indonesia" href="http://www.sofyanr.com">independent web developer</a></strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Silakan yang mau ikut berkompetisi dan mengadu kemampuan dalam bidang design logo. Mumpung masih anget dan jangka waktu masih panjang untuk memikirkan konsep logo yang menarik. Jadi, tunggu apa lagi? Mari berkompetisi secara sehat.</p>
<p style="text-align: left;">Salam...</p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/kopdar-akbar-loenpia-2009.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kopdar Akbar Loenpia 2009'>Kopdar Akbar Loenpia 2009</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/kontes-design-logo-getafreelancer-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Debat Capres dan Tenses Bahasa Inggris</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/debat-capres-dan-tenses-bahasa-inggris.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/debat-capres-dan-tenses-bahasa-inggris.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 00:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Capres]]></category>
		<category><![CDATA[Debat]]></category>
		<category><![CDATA[Future Tense]]></category>
		<category><![CDATA[Past Tense]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Present Tense]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun ada banyak masalah, KPU telah menetapkan bahwa esok adalah hari pencontrengan nasional untuk memilih presiden periode 2009-2014.  Khusus Pemilu kali ini, bukan kampanye pengerahan masa yang menarik perhatian saya. Justru saya lebih tertarik dengan "era" baru pilpres di negeri ini. Dengan berbagai catatan, saya patut bersyukur bahwa ada sedikit kemajuan tentang budaya Pemilu. [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fdebat-capres-dan-tenses-bahasa-inggris.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fdebat-capres-dan-tenses-bahasa-inggris.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;">Meskipun ada banyak masalah, KPU telah menetapkan bahwa esok adalah hari pencontrengan nasional untuk memilih presiden periode 2009-2014.  Khusus Pemilu kali ini, bukan kampanye pengerahan masa yang menarik perhatian saya. Justru saya lebih tertarik dengan "era" baru pilpres di negeri ini. Dengan berbagai catatan, saya patut bersyukur bahwa ada sedikit kemajuan tentang budaya Pemilu. Dengan adanya debat capres-cawapres, paling tidak seluruh warga Indonesia bisa menyaksikan bagaimana visi, misi dan argumen ketika saling diadu dalam mimbar yang sama. Berikut ini adalah review singkat saya debat presiden putaran 1-3 yang lalu</p>
<p style="text-align: left;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;ik=56cceac8ba&amp;view=att&amp;th=1224e86735491152&amp;attid=0.1&amp;disp=inline&amp;realattid=f_fwsr062w&amp;zw" alt="Pemilu kacau..." width="480" height="134" /></p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-125"></span></p>
<p style="text-align: left;"><strong>DEBAT YANG MEMBOSANKAN..!!!</strong></p>
<p style="text-align: left;">Barangkali ekspektasi saya terlalu tinggi pada debat putaran ini. Saya memperkirakan akan ada banyak perdebatan dan diskusi cukup panas antar ketiga capres. Pikiran saya barangkali sudah diracuni perilaku para anggota tim sukses masing-masing tim calon yang sangat ofensif di setiap kesempatan tampil di media. Saling serang dan sergah menjadi tontonan rutin setiap kali tim sukses saling bertemu. Tapi saya sungguh kecewa. Ternyata acara yang bertajuk "DEBAT" para calon pemimpin berjalan membosankan. Bisa di bilang ketiga calon tampil apa adanya, normatif dan terkesan sangat hati-hati. Acara yang seharusnya menjadi ajang diskusi topik-topik hangat dan penting berubah jadi acara tatap muka dan bincang-bincang. Benar-benar membosankan !!!!</p>
<p style="text-align: left;">Dari ketiga calon yang tampil, menurut saya JK tampil lebih menghibur. Dengan gaya yang nothing to lose dan terbuka, JK tampil lebih berani. Ia berani mengkritik SBY dengan sangat tajam mengenai iklan satu putaran, iklan jingle "Indomie" dan beberapa kebijakan yang lain. SBY cenderung tampil hati-hati, dan saya rasa inilah keunggulan SBY: selalu tampil hati-hati dan terstruktur. Megawati? No Comment...</p>
<p style="text-align: left;"><strong>ARGUMEN ALA TENSES BAHASA INGGRIS</strong></p>
<p style="text-align: left;">Dari tiga kali putaran debat capres, saya menyimpulkan bahwa ketiga capres seakan terpola dalam menyampaikan pendapat seperti rumus tenses dalam Bahasa Inggris.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Mega = PAST TENSE.</strong> Hampir disetiap topik, Mega selalu mengambil rujukan ketika ia memimpin. "Ketika saya jadi presiden... ketika saya memimpin... Pemilu 2004... lima tahun lalu... dll" Hampir semua argumen selalu dibangun dengan rujukan ketika Mega berkuasa. Akibatnya tidak banyak hal baru yang bisa di kemukakan. Gaya argumentasi Mega benar-benar sangat identik dengan pola PAST TENSE dalam Bahasa Inggris. Akan sangat jelas kelihatan seandainya debat dilaksanakan dalam Bahasa Inggris. Saya yakin Mega akan banyak mengeluarkan kata WAS.... WERE... DID.... DONE dan beberapa kata kerja bentuk lampau.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>SBY = PRESENT TENSE</strong>. SBY tampil dengan gayanya yang khas. Cenderung hati-hati dan selalu mengekspos hasil kerja selama 5 tahun ini. Beberapa argumennya saya kira terlalu menilai tinggi dan menganggap lima tahun ini semuanya baik-baik saja. "Tahun ini... periode ini... Baru-baru ini...dll" sangat tipikal dengan pola present tense dalam bahas Inggris. Sangat jarang SBY mengemukakan terobosan baru apa saja yang akan di lakukan jika kembali terpilih kembali jadi presiden periode 2009-2014. Gaya Present Tense juga sangat familiar dengan tagline kampanye "LANJUTKAN...!!!". Dengan demikian, SBY dan timnya tidak akan memberikan banyak perubahan selain melanjutkan apa yang sudah ada saat ini. Perbaikan akan sangat memungkinkan, tapi perkiraan saya akan sangat minim.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>JK = FUTURE TENSE</strong>. Dari ketiga calon, hanya JK yang belum sempat menduduki kursi no 1. Meskipun sudah lama terlibat dipemerintahan, tetap saja JK bukan pemegang kekuasaan tertinggi. Sehingga perannya sebagai salah satu pemain penentu kebijakan belum terlalu kelihatan. Perannya mulai menonjol setelah terpilih sebaga Wakil Presiden mendampingi SBY. Karena faktor itulah saya melihat JK lebih tampil santai dan nothing to lose. Jika SBY dan Mega tampil jaim, JK tampil slengean dan cukup menghibur. Dalam setiap kesempatan, JK mengumbar banyak janji-janji politik. Mulai dari memberikan bantuan kredit untuk wirausahawan muda, perbaikan UU tenaga kerja, prioritas penggunaan produk dalam negeri, dll. Sayangnya itu semua masih dalam tahap rencana seandainya JK terpilih.</p>
<p style="text-align: left;">Dari ketiganya, manakah yang akan jadi pilihan Anda? Gaya Megawati yang Past Tense dan cenderung melankolis mengenang masa lalu, SBY Present Tense yang puas dengan capaian saat ini dan hanya menawarkan sedikit perubahan. Atau JK dengan gaya Future Tense yang menjanjikan banyak hal tapi sifatnya masih tahap rencana?</p>
<p style="text-align: left;">Bagi pengusung aliran romantisme-melankolis Megawati barangkali cocok untuk Anda. Bagi yang pro status quo dan sudah mapan, SBY adalah pilihan tepat. Sedangkan mereka yang berjiwa petualang dan senantiasa gemar mencari tantangan baru, JK cukup layak jadi pilihan. Atau bagi Anda yang skeptis dan apatis, berdiam diri di kamar saat hari pencontrengan atau jalan-jalan adalah pilihan realistis.</p>
<p style="text-align: left;">Apapun pilihannya, semoga Anda bisa menggunakan hak Anda secara bijaksana dan bertanggung jawab. Sekian....</p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/debat-capres-dan-tenses-bahasa-inggris.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang Kartini Lagi</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/mengenang-kartini-lagi.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/mengenang-kartini-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 02:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[
Riwayat Kartini, seperti yang saya tulis di sini, memang penuh paradoks dan ironi. Tulisan-tulisan Kartini juga banyak memuat anakronisme; suatu hal yang bisa dipahami mengingat dia cuma perempuan berusia duapuluhan (saat ia mulai menulis) yang hanya lulusan Sekolah Rendah, tanpa kesempatan meneruskan sekolah, dan hanya susah payah belajar sendiri.
Saat peluangnya belajar ke Eropa pupus sudah, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/mengenang-kartini-i.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenang Kartini (bagian pertama)'>Mengenang Kartini (bagian pertama)</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kekerasan (lagi?)'>Kekerasan (lagi?)</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/tentang-hari-kebangkitan-nasional.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Hari Kebangkitan Nasional'>Tentang Hari Kebangkitan Nasional</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/tribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan'>Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fmengenang-kartini-lagi.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fmengenang-kartini-lagi.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;"></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.sofyanr.com/wp-content/uploads/2008/04/ra_kartini.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-332 alignleft" title="RA Kartini" src="http://www.sofyanr.com/wp-content/uploads/2008/04/ra_kartini-150x150.jpg" alt="RA Kartini" width="150" height="150" /></a>Riwayat Kartini, seperti yang saya tulis <strong><a title="Mengenang Kartini" href="http://www.sofyanr.com/mengenang-kartini-i.html">di sini</a></strong>, memang penuh paradoks dan ironi. Tulisan-tulisan Kartini juga banyak memuat anakronisme; suatu hal yang bisa dipahami mengingat dia cuma perempuan berusia duapuluhan (saat ia mulai menulis) yang hanya lulusan Sekolah Rendah, tanpa kesempatan meneruskan sekolah, dan hanya susah payah belajar sendiri.<span id="more-121"></span></p>
<p style="text-align: left;">Saat peluangnya belajar ke Eropa pupus sudah, dengan tulus ia meminta kepada pemerintah kolonial agar mengalihkan beasiswa untuknya kepada seorang pemuda Sumatera yang cakap dan pandai tapi kekurangan biaya. Ironisnya, pemuda Sumatera yang dikemudian hari kita kenal sebagai H. Agus Salim, justru menolak tawaran beasiswa tersebut. Bagi Salim, beasiswa itu tak lebih sebagai pernyataan belas kasihan yang menyedihkan, selain sebagai strategi kolonial untuk mengkampanyekan keberhasilan politik etisnya.</p>
<p style="text-align: left;">Tetapi saat menjadi istri Bupati Rembang itulah Kartini justru bisa merealisasikan sebagian cita-citanya untuk menyediakan pengajaran bagi perempuan bumiputera. Sang Suami memang dikenal sebagai bupati yang sudah berpikiran maju dan mendukung ide-ide Kartini. “Saya mengucap syukur, membiarkan saya dibimbing oleh seorang yang ditunjukkan oleh Allah Yang Mahakuasa menjadi kawan saya seperjalanan menempuh hidup…,” tulisnya kepada keluarga Abendanon. Lupakah Kartini pada ucapan telengasnya tentang perkawinan paksa dan poligami dahulu? Entahlah.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi kisah tragis belum tuntas sampai di situ. Saat sedang berbahagia menjadi istri kesekian lelaki yang berpikiran maju, lelaki yang mendukung sebisanya cita-cita dirinya, Kartini harus menjalani kodrat biologisnya sebagai perempuan: mengandung, lalu melahirkan. Dan, petaka itu pun datang: lima hari setelah melahirkan, Kartini pupus, selamanya pergi meninggalkan Jawa yang ia cintai sekaligus ia benci “setengah mati-separuh hidup”.</p>
<p style="text-align: left;">Meski begitu, zaman ini memang layak memberinya hormat, sebuah standing ovation yang tulus. Bukan untuk kehebatannya, tapi untuk sebuah “keyakinan yang dipercayai dan kemudian ia perjuangkan”, sekalipun ia mengerti betapa tak terkira hambatan dan kesukaran yang akan dihadapinya.</p>
<p style="text-align: left;">Ia tahu benar, di Jawa masa itu, perempuan sungguh-sungguh terbenam di titik subordinasi yang paling rendah. Ikhtiar untuk mengentaskannya tentu butuh waktu panjang, dan maha sukar. Tapi ia tetap melangkah. Ia seakan lantang teriak: “Harus ada yang memulai pengajaran bagi perempuan bumiputera, dan itu adalah saya, seorang perempuan bumiputera juga!” Di situ, Kartini sudah bicara tentang kewajiban perempuan bagi kaumnya.</p>
<p style="text-align: left;">Pernah suatu hari, seorang pejabat kolonial menyayangkan kenapa Kartini seorang perempuan, padahal jika lelaki ia bisa berbuat lebih banyak. Kartini tampak marah besar. Bukan apa-apa, sebab bagi Kartini, “Pada mulanya dan pada akhirnya, saya memang seorang perempuan. Lengkapnya perempuan Jawa yang tertindas.”</p>
<p style="text-align: left;">Memikirkan hal itu, saya Ingat Simone de Beauvoir. “Jika saya ingin mendefiniskan diri,” tulis Beauvior di risalahnya yang termasyhur, Second Sex, “hal pertama yang harus saya katakan: Saya adalah seorang perempuan!”</p>
<p style="text-align: left;">Karena semua alasan itulah kita dengan senang hati merayakan kelahirannya, juga segala jerih-payah yang telah ditorehkannya; sebuah torehan kerja yang membikin Pramoedya, lewat Panggil Aku Kartini Saja, memberi Kartini predikat sebagai “Pemikir modern Indonesia pertama-tama, yang tanpanya, penyusunan sejarah modern Indonesia tidaklah mungkin”.</p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/mengenang-kartini-i.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenang Kartini (bagian pertama)'>Mengenang Kartini (bagian pertama)</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kekerasan (lagi?)'>Kekerasan (lagi?)</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/tentang-hari-kebangkitan-nasional.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Hari Kebangkitan Nasional'>Tentang Hari Kebangkitan Nasional</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/tribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan'>Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/mengenang-kartini-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Raja Copet</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/raja-copet.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/raja-copet.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 11:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[copet]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[penipu]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Ini kisah nyata beberapa tahun yang lalu ketika masih kuliah di Jogja. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan pulang dari Janti ke kos di daerah Klebengan Sleman Jogjakarta. Saya naik bus jalur 7 yang terkenal dengan aksi pencopet yang cukup lihai di jalur bus kota Jogja
Seperti biasa, saya lebih suka memilih duduk di bagian belakang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fraja-copet.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fraja-copet.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;">Ini kisah nyata beberapa tahun yang lalu ketika masih kuliah di Jogja. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan pulang dari Janti ke kos di daerah Klebengan Sleman Jogjakarta. Saya naik bus jalur 7 yang terkenal dengan aksi pencopet yang cukup lihai di jalur bus kota Jogja<span id="more-52"></span></p>
<p style="text-align: left;">Seperti biasa, saya lebih suka memilih duduk di bagian belakang dekat pintu. Dari Janti banyak penumpang lain yang ikut naik. Kebanyakan dari mereka sepertinya pengangguran elit (mahasiswa). Karena capek setelah seharian beraktivitas, saya mulai mengantuk meski bis yang saya tumpangi masih ngetem. Segera saja saya ambil kacamata hitam di saku jaket yang udah bulukan dan memasang di muka yang tidak terlalu tampan ini. Entah beberapa lama saya sudah terlelap, tiba-tiba kaki saya terasa ada yang menginjak dan sakit rasanya. Dengan ekspresi sepontan saya terbangun dan meracau tak karuan</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Saya:</strong> waduw...$%$#^%%&amp;%^....**&amp;*+!@@ (maap terpaksa di sensor)</p>
<p style="text-align: left;">Tiba-tiba saya melihat dua orang pria tampak kaget begitu mendengar reaksi saya yang spontan sambil misuh-misuh (mengumpat) sekenanya. Saya sendiri tidak ingat kata-kata apa saja yang keluar dari mulut saya. Anehnya setelah saya selesai meracau, kedua orang tersebut tampak kikuk, terdiam beberapa saat dan kemudian menghampiri saya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Orang I</strong>: " Sory, dab.... ora sengojo " (Sory dab -mas.... tidak sengaja), kata pemuda yang masih cukup muda dengan rambut gondrong.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Orang II</strong>: " tenang, rak sah nesu-nesu. mengko bagi-bagi koyo biasane" ( tenang, tidak usah marah-marah, nanti kita bagi-bagi seperti biasanya), kata pemuda satunya yang berperawakan sedikit gempal dengan celana pendek.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah selesai ngomong, mereka berdua turun dari bis kota yang saya tumpangi. Hingga beberapa lama waktu, saya masih belum paham maksud kedua orang tersebut tentang kata "bagi-bagi seperti biasanya". Akhirnya rasa penasaran saya terjawab setelah seorang penumpang yang duduk di deretan tengah bis  tampak panik. Usut punya usut, si penumpang ini ternyata baru saja kecopetan. Dompet, Hand Phone dan entah barang apalagi telah hilang.</p>
<p style="text-align: left;">Dari obrolan antar penumpang, ternyata ciri-ciri orang yang dicurigai sebagai pencopet sangat mirip dengan dua orang pemuda yang beberapa menit lalu ngobrol dengan saya. Mereka sudah turun dari bis kota kurang lebih 2 KM yang lalu.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Hahahahaaa.....</strong> akhirnya saya paham maksud "bagi-bagi seperti biasanya". Mereka berdua (para pencopet) mengira bahwa saya seprofesi dengan mereka. Dan, bagi-bagi hasil adalah hal yang lumrah kalau gerombolan copet malancarkan aksi. Analisis prematur saya, mereka para pencopet itu, menganggap saya pencopet yang biasa beroperasi di jalur 7 bis kota Jogja dan mereka merasa pekewuh karena telah beroperasi di area yang sama.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Huahahahaaaaa...... </strong>ternyata saya dulu lebih cocok jadi copet daripada mahasiswa yang sudah karatan!!!!! Dengan muka pas-pasan, bodi kurus (maklum masih mahasiswa), rambut agak gondrong, jaket buruk rupa plus kacamata cukup bagi saya untuk menyamar sebagai pencopet di bis kota Jogja waktu itu.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah sekian tahun sejak kejadian itu, saya berpikir, <strong>seperti apa kira-kira penampilan copet di Jogja saat ini</strong>? Pastinya tidak seperti penampilan saya yang pas-pasan. Bayangan saya, copet di bis kota Jogja sekarang memakai celana jeans, kaos oblong modis, sepatu gaul dan dandanan yang cukup necis agar bisa bergaul dengan calon-calon korban seperti yang saya temui beberapa hari lalu ketika pulang dari pameran komputer  di Semarang. Copet yang berhasil diringkus massa berpakaian rapi, masih muda dan necis.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak lagi bukti-bukti di TV dan media massa, bahwa <strong>copet kelas tinggi berpenampilan lebih necis dan berkelas</strong>. Penipu dan koruptor yang mencopet harta negara bahkan punya mobil dan sopir pribadi. Mereka berdasi, berjas dan bersepatu kinclong. Copet dengan tampang pas-pasan sudah kuno, ketinggalan jaman dan tentu saja bakal susah mencari rejeki.</p>
<p style="text-align: left;">Dan, saya bersyukur sudah diciptakan dalam bentuk dan rupa yang pas-pasan. Itu artinya, peluang saya berkarir jadi copet bisa diminimalkan karena modal tampang yang sudah kadaluarsa. Tidak cocok lagi berprofesi jadi copet jaman sekarang.</p>
<p style="text-align: left;">Stereotip bahwa copet selalu berpenampilan pas-pasan sudah banyak termentahkan di koran dan media massa lainnya. Maka, jika Anda bertemu dengan orang yang berwajah pas-pasan, ada baiknya Anda tidak selalu berburuk sangka. Berhati-hatilah dengan orang yang berpenampilan begitu mempesona dan meyakinkan.</p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/raja-copet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan biarkan dangdut gulung tikar</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/jangan-biarkan-dangdut-gulung-tikar.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/jangan-biarkan-dangdut-gulung-tikar.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 05:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[dangdut]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Ya benar... Anda tidak salah baca. Saya sengaja menulis ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap jagat dangdut Indonesia. Hampir sepanjang tahun 2008, saya sangat sulit mendengarkan alunan musik dangdut baik di TV, maupun radio. Parahnya lagi, sejak pergantian tahun 2009, makin susah saja mendengar musik yang dulu konon musik rakyat.
Sekarang, dangdut benar-benar jadi komoditas langka. Dangdut [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fjangan-biarkan-dangdut-gulung-tikar.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fjangan-biarkan-dangdut-gulung-tikar.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;"><a href="http://localhost/wordpress/wp-content/uploads/2009/01/terlalu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-114" title="terlalu" src="http://localhost/wordpress/wp-content/uploads/2009/01/terlalu.jpg" alt="bang haji rhoma irama" width="250" height="194" /></a>Ya benar... Anda tidak salah baca. Saya sengaja menulis ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap jagat dangdut Indonesia. Hampir sepanjang tahun 2008, saya sangat sulit mendengarkan alunan musik dangdut baik di TV, maupun radio. Parahnya lagi, sejak pergantian tahun 2009, makin susah saja mendengar musik yang dulu konon musik rakyat.<span id="more-113"></span></p>
<p style="text-align: left;">Sekarang, dangdut benar-benar jadi komoditas langka. Dangdut kalah moncer dengan musik pop a la Kangen Band, ST12 dll. Hampir ditiap kesempaatan, sulit rasanya mengkarantina telinga dari musik-musik pop tersebut. Entah itu di angkot, warung, atau perempatan jalan. Tidak pernah saya mendengarkan para pengamen mendendangkan dangdut. Mereka merasa lebih nyaman menyanyi lagu pop meskipun parau dan punya gaya dangdut.</p>
<p style="text-align: left;">Jika 5 tahun atau 10 tahun silam saya masih sering mendengar alunan musik dangdut dari Evi Tamala, Rhoma Irama, Ikke Nurjanah, Mansyur S, dll, kini saya hanya bisa mendapati musik dangdut yang dari koleksi MP3 dan kontes di stasiun TV swasta. Parahnya lagi, banyak orang mengklaim sebagai penyanyi dangdut tapi tidak mampu berdendang dan bergoyang dangdut.</p>
<p style="text-align: left;">Dari sekian banyak penyanyi di Indonesia saat ini, manakah menurut sampeyan yang benar-benar penyanyi dangdut? Trio macan, Dewi Persik, Thomas Jhorgy, Titi Kamal, Denada atau Dian Sastro? Bagi saya mereka bukanlah orang yang lahir dan mewarisi tradisi dangdut. Bagi saya mereka tidak mempunyai karisma sebagai seorang penyanyi dangdut.</p>
<p style="text-align: left;">Apakah salah? Tentu saja tidak. Tapi rasanya ada yang aneh dengan selera musik jaman sekarang. Semuanya mengarah ke muara yang hampir sama. Kangen Band, ST12, Stafa, dll sama-sama mengusung aliran pop. Saya memang bukan seorang kritikus musik. Tapi sebagai penikmat musik, saya bosan karena tiap saat terpaksa mendengarkan musik yang sama dari grup atau penyanyi yang sama. SUNGGUH TER... LA.... LU...!!!!!</p>
<p style="text-align: left;">Dalam keadaan seperti sekarang, saya benar-benar merindukan suara kendang dan suling khas dangdut. Rindu lagunya "Begadang" Bang Haji, Selamatkan dangdut. Jangan biarkan dangdut gulung tikar!!!!</p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/jangan-biarkan-dangdut-gulung-tikar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/tribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/tribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 04:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[penjaga hutan]]></category>
		<category><![CDATA[polisi hutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/tribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya menerima pesan singkat dari seorang teman lama. Begini bunyinya: “Yadi Kuncung meninggal dunia tadi malam. Tolong sebarkan ke yang lain.” Jleggg…. Saya langsung tertegun tanpa bisa bereaksi untuk beberapa detik. Beberapa saat kemudian, ingatan saya mendadak kembali kebelakang beberapa puluh tahun silam ketika saya, Yadi dan beberapa kawan masih sering [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Ftribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Ftribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;">Beberapa hari yang lalu, saya menerima pesan singkat dari seorang teman lama. Begini bunyinya: “Yadi Kuncung meninggal dunia tadi malam. Tolong sebarkan ke yang lain.” Jleggg…. Saya langsung tertegun tanpa bisa bereaksi untuk beberapa detik. Beberapa saat kemudian, ingatan saya mendadak kembali kebelakang beberapa puluh tahun silam ketika saya, Yadi dan beberapa kawan masih sering bertemu dan banyak menghabiskan waktu bersama.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-108"></span></p>
<p style="text-align: left;">Yadi adalah teman lama saya yang <strong>berprofesi sebagai polisi hutan</strong>. Dia sangat berdedikasi tinggi. Beberapa kali saya dan beberapa teman berkesempatan ikut bersama Yadi patroli di hutan. Pengalaman terburuk yang pernah saya alami adalah ketika semalam suntuk kami terjebak ditengah hutan, tanpa perbekalan yang memadai, dan harus main kucing-kucingan dengan para pencuri kayu dihutan yang beringas. Untuk menghindari kejaran para begundal itu, kami harus menerjang semak penuh duri dan berdiam diri di kubangan lumpur hingga fajar.</p>
<p style="text-align: left;">Saya dan Yadi terpaksa lari dari sergapan sekelompok begundal pencuri kayu. Kami berdua harus menghadapi puluhan orang yang sedang marah dan bersenjata tajam setelah mereka diperingatkan untuk tidak menebang pohon secara liar. Sebuah kombinasi yang sempurna. Kemarahan ditambah dengan senjata tajam yang membikin ciut nyali. Beruntung kami berdua bisa lolos dari kondisi kritis tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Bagi Yadi, menjadi polisi hutan bukanlah sebuah pilihan, tapi menjadi harga mati. Baginya, <strong>hutan adalah sumber kehidupan oleh karena itu harus dijaga dan dirawat</strong>. Pernah suatu kali saya dan beberapa teman menawarkan pekerjaan di kota yang menurut kami lebih menjanjikan dan tidak beresiko tinggi. Tapi dengan tanpa ragu-ragu Yadi menolaknya. Yadi mengungkapkan bahwa menjadi polisi hutan sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Dia begitu terobsesi dengan hutan. Sejak masih SD ia pergi ke hutan hampir setiap hari. Entah itu untuk mencari kayu bakar, berburu belalang, atau mencari rumput untuk makanan ternaknya.</p>
<p style="text-align: left;">Berprofesi sebagai seorang polisi hutan tidaklah mudah. Yadi harus siap menanggung segala resiko. Untuk mengamankan hutan yang luasnya ratusan hektar Yadi lebih sering bertugas sendirian. Jika sedang beruntung ia akan ditemani oleh satu atau dua polisi hutan yang lain. Belum lagi resiko terjadinya kecelakaan kerja, bencana alam atau kejadian lain tak pernah terduga seperi yang sempat saya alami bersama Yadi beberapa waktu lalu.</p>
<p style="text-align: left;">Saya ingat sebuah berita tentang kasus pembunuhan seorang piolisi hutan. Ia tewas dikeroyok oleh para begundal pencuri kayu karena kepergok sedang melancarkan aksinya. Profesi polisi hutan sangat berat, tidak sebanding dengan upah dan resiko yang harus ditanggung.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Profesi polisi hutan sangat berat serta beresiko</strong>. Sudah sepantasnya mereka memperoleh hak dan apresiasi yang lebih. Tapi sayangnya pemerintah dan sebagian besar dari kita belum menempatkan polisi hutan sebagai profesi sebagaimana mestinya. Sangat jarang profesi polisi hutan dipublikasikan. Meskipun sama-sama mengabdi kepada negara, <strong>profesi polisi hutan seakan terpinggirkan oleh profesi yang lain</strong> yang lebih banyak diekspos oleh media. Mereka seakan dianaktirikan dengan minimnya fasilitas yang disediakan oleh yang berwenang.</p>
<p style="text-align: left;">Tiap tahun ratusan hektar hutan Indonesia ludes karena minimnya pengawasan dan lemahnya kebijakan. Sudah semestinya pemerintah lebih memperhatikan hutan dan orang-orang yang berjasa merawat dan melindunginya. Hutan adalah sumber kehidupan, tapi hutan juga bisa jadi sumber petaka jika kita tidak bisa menjaganya. Bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan yang berkepanjangan adalah bukti nyata yang seharusnya membuat kita sadar. Hutan sangat penting bagi kita semua. Bukan cuma penting bagi penduduk sekitarnya, tapi juga bermanfaat bagi seluruh makhluk yang ada di bumi.</p>
<p style="text-align: left;">Selamat jalan kawan, doaku selalu menyertaimu</p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/tribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebijakan Privasi yang menyesatkan</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/kebijakan-privasi-yang-menyesatkan.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/kebijakan-privasi-yang-menyesatkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 18:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan privasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[
Jika Anda penggemar situs www.digg.com, sudah sewajarnya tahu salah satu kloning dalam versi Indonesia-nya: www.lintasberita.com. Dengan trafik yang terus meningkat, lintas berita menjadi salah satu tren di Indoonesia. Tapi sungguh disayangkan, pengelola Lintas Berita kurang teliti dalam menyusun redaksional "Aturan Layanan" yang mereka berikan.
Rasanya sungguh konyol waktu melihat bagian kebijakan privasi di Lintas Berita. Berikut [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/perjalanan-yang-menyiksa.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perjalanan yang menyiksa'>Perjalanan yang menyiksa</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/tribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan'>Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/blog-reformasi-informasi-dan-dunia-yang-datar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blog, Reformasi Informasi dan Dunia yang Datar'>Blog, Reformasi Informasi dan Dunia yang Datar</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fkebijakan-privasi-yang-menyesatkan.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fkebijakan-privasi-yang-menyesatkan.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;"><img class="alignnone" style="border: 1px solid black; margin: 3px;" src="http://www.lintasberita.com/images/logo.gif" alt="Logo Lintas Berita" /></p>
<p style="text-align: left;">Jika Anda penggemar situs<strong> <a title="Digg" href="http://www.digg.com">www.digg.com</a></strong>, sudah sewajarnya tahu salah satu kloning dalam versi Indonesia-nya: <strong><a href="http://www.lintasberita.com">www.lintasberita.com</a></strong>. Dengan trafik yang terus meningkat, lintas berita menjadi salah satu tren di Indoonesia. Tapi sungguh disayangkan, pengelola Lintas Berita kurang teliti dalam menyusun redaksional "Aturan Layanan" yang mereka berikan.<span id="more-105"></span></p>
<p style="text-align: left;">Rasanya sungguh konyol waktu melihat bagian <strong><a href="http://www.lintasberita.com/aturan.php">kebijakan privasi</a></strong> di Lintas Berita. Berikut ini kutipan bagian kebijakan privasi dari Lintas Berita (jika belum diubah) yang saya anggap bermasalah:</p>

<blockquote style="text-align: left;">
<h3>Kebijakan Privasi</h3>
Anda diharapkan untuk membaca Kebijakan Privasi kami sebelum menggunakan tempat ini.
<h3>Kegiatan Anggota</h3>
<em>Pengguna Lintas Berita di haruskan untuk memenuhi syarat2 sebagai berikut:</em>
<ol type="1">
	<li><em>Menyalahgunakan atau melanggar undang-undang pemerintah dan segala ketentuan, peraturan yang berlaku.</em></li>
	<li><em>Menyesatkan, menipu, menghasut, menyusahkan atau melanggar kebebasan pribadi orang atau entitas tertentu.</em></li>
	<li><em>Upload atau menyebarkan informasi rasial, menghina, kasar, tidak-syah, spam, virus.</em></li>
	<li><em>Memalsukan informasi ataupun menyalagunahkan informasi2 yang terdapat di situs ini.</em></li>
	<li><em>Upload informasi yang melanggar hak cipta, paten, merek dagang. </em></li>
</ol>
<em>Jika diketahui melanggar syarat-syarat di ats, kami berhak melarang Anda untuk menggunakan situs ini tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pihak Lintas Berita berhak untuk mengambil tindakan yang kami anggap sesuai untuk memelihara kualitas dan integritas situs kami.</em></blockquote>
<p style="text-align: left;">Silakan perhatikan baik-baik pada bagian yang tercetak miring. Jika dicermati secara teliti dari isi "aturan" itu kurang lebih mengharuskan semua penggunanya untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya: menyebarkan berita bohong, melanggar undang-undang, menyebarkan berita yang berbau SARA, dan tindakan ilegal !!!!!</p>
<p style="text-align: left;">Lho kok jadi begini? Bukannya mengajurkan yang baik malah menjerumuskan pengguna dan pengunjung situs untuk melakukan perbuatan yang diluar kewajaran. Gila... sungguh-sungguh pernyataan yang berani dan patut diacungi jari tengah.</p>
<p style="text-align: left;">Semoga saja pengelola Lintas Berita segera menyadari kekeliruan mereka. Jika tidak sadar juga, maka web Lintas Berita ini layak disebut sarangnya penyebar ajaran setan, iblis dan penyebar fitnah seperti blog yang memuat kartun ngawur Nabi Muhammad beberapa hari lalu. (sadis banget bahasanya...hahaha 10X....).</p>
<p style="text-align: left;">Salam,</p>
<p style="text-align: left;">Sofyan R</p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/perjalanan-yang-menyiksa.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perjalanan yang menyiksa'>Perjalanan yang menyiksa</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/tribute-to-yadi-si-penjaga-hutan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan'>Tribute to Yadi Si Penjaga Hutan</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/blog-reformasi-informasi-dan-dunia-yang-datar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blog, Reformasi Informasi dan Dunia yang Datar'>Blog, Reformasi Informasi dan Dunia yang Datar</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/kebijakan-privasi-yang-menyesatkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Ratu telah hilang</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/sang-ratu-telah-hilang.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/sang-ratu-telah-hilang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 04:05:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[koin]]></category>
		<category><![CDATA[Sang ratu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa hari yang lalu, saya merasa terpukul. Saya telah kehilangan salah satu teman terbaik. Saya mengenalnya hampir 20 tahun yang lalu lewat pertemuan yang tak terduga pada bulan Agustus 1989. Salah satu teman terbaik saya tersebut berupa koin mata uang jaman VOC

Saya menyebutnya Sang Ratu karena di salah satu sisinya terpampang jelas siluet Ratu belanda yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/jalan-jalan-ke-pelabuhan-ratu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu'>Jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fsang-ratu-telah-hilang.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fsang-ratu-telah-hilang.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;"><a href="http://localhost/wordpress/wp-content/uploads/2008/07/ratu-a.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-75" title="ratu-a" src="http://www.sofyanr.com/wp-content/uploads/2008/07/ratu-a-150x150.jpg" alt="Gambar Sang Ratu" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Beberapa hari yang lalu, saya merasa terpukul. Saya telah kehilangan salah satu <strong>teman terbaik</strong>. Saya mengenalnya hampir 20 tahun yang lalu lewat pertemuan yang tak terduga pada bulan Agustus 1989. Salah satu teman terbaik saya tersebut berupa <strong>koin mata uang jaman VOC</strong></p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-74"></span></p>
<p style="text-align: left;">Saya menyebutnya <strong>Sang Ratu</strong> karena di salah satu sisinya terpampang jelas siluet Ratu belanda yang jelita. Di sisi lainnya tertera angka 1898 Dugaan saya, angka tersebut menunjukkan tahun Sang Ratu dicetak. Ciri-ciri fisik yang bisa terdeteksi: ada gambar Ratu Belanda seperti gambar diatas, bau balsem dan minyak karena sering saya pakai kerokan, ada bekas goresan kecil di sisi belakang koin.</p>
<p style="text-align: left;">Bentuknya memang tidak seberapa bagus, tapi saya mengagumi seni guratan pada Sang Ratu yang mempesona. Banyak kenangan saya habiskan dengannya. Mulai dari proses penemuan, petualangan selama hampir 20 tahun bersama sang Ratu, dan beberapa kisah lainnya yang tak terlupakan. Saya tidak hendak mendramatisir kisahnya, tapi memang Sang Ratu itu sangat berarti buat saya.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://localhost/wordpress/wp-content/uploads/2008/07/ratu-b.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-75" title="ratu-b" src="http://www.sofyanr.com/wp-content/uploads/2008/07/ratu-b-150x150.jpg" alt="Gambar Sang Ratu" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Saya menemukan Sang Ratu di siang hari yang terik di <strong>bulan Agustus 1989</strong>. Dan sejak itu Sang Ratu selalu menemaniku. Aku biasanya menyimpannya di dompet. Waktu itu Sang Ratu aku temukan dalam kondisi terkubur tanah dan bebatuan di halaman rumah tua yang tak berpenghuni. Saya tidak tahu pasti siapa pemilik rumah tua itu. Hanya menurut kabar yang tersiar, rumah itu milik keluarga Belanda yang tidak diketahui keberadaannya. Orang-orang sekitar menamainya rumah Noni.</p>
<p style="text-align: left;">Salah satu kenangan terbaik saya dengan Sang Ratu adalah tahun 1993, menjelang ujian akhir EBTANAS SD. Waktu itu beberapa hari menjelang EBTANAS, saya di diagnosa sakit tifus yang cukup parah. Saya diharuskan istirahat total minimal 7 hari untuk penyembuhan. Padahal waktu itu EBTANAS tinggal beberapa hari lagi. Praktis peluang saya ikut EBTANAS sangat kecil.</p>
<p style="text-align: left;">Saya kecewa, karena EBTANAS adalah ujian penting yang dapat menentukan kelulusan. <strong>EBTANAS</strong> juga merupakan ujian kelulusan pertama saya. Tentu saya tidak ingin melewatkan salah satu momen penting itu. Ibu dan seluruh keluarga saya sudah pasrah kalau saya tidak bisa ikut ujian. Begitu pula guru2 di sekolah sudah menyarankan untuk ikut ujian susulan jika memang memungkinkan.</p>
<p style="text-align: left;">Dua hari menjelang hari H, saya muntah-muntah 3X dalam semalam dan sakit semakin parah. Suhu badan sangat tinggi. Tidak banyak yang bisa saya kerjakan waktu itu selain berdoa dan berdoa agar kembali sehat dan bisa ikut ujian. Entah bagaimana awalnya, dalam keadaan setengah sadar waktu itu, saya merasakan ibu saya lagi ngerok i dada saya. Dalam keadaan setengah sadar saya melihat sekilas uang yang digunakan untuk kerokan adalah Sang Ratu. Saya merasa begitu nyaman dan tenang selama proses kerokan. Akhirnya saya bisa tertidur dengan pulas hingga siang.</p>
<p style="text-align: left;">Sehari setelahnya, kondisi saya mulai membaik, dan terus membaik saat hari H. Akhirnya saya bisa mengikuti ujian meski keadaan belum 100% sembuh. Saya mengikuti ujian dengan kondisi badan yang pas-pasan. Setelah habis ikut ujian, badan saya pasti meriang. Anehnya, setiap kali di kerokan pakai koin Sang Ratu, badan saya kembali membaik. Kondisi itu berulang terus setiap hari selama pelaksanaan EBTANAS. Ujian-badan meriang-kerokan-kondisi membaik-istirahat-paginya ujian lagi.</p>
<p style="text-align: left;">Akhirnya saya berhasil menuntaskan ujian EBTANAS dengan hasil diluar dugaan mengingat kondisi saya yang masih sakit. Sejak saat itu, setiap kali saya sakit masuk angin, badan meriang, dll obat pertama adalah kerokan dengan Sang Ratu. Sang Ratu juga bisa menghilangkan rasa kegelisahan saya karena banyak hal. Cukup memain-mainkannya dengan dengan jari, saya merasa santai saat menghadapi ujian pendadaran, menghadapi ujian semesteran, dll. Sudah tak terhitung berapa ratus kali saya kerokan, berapa kali saya ujian, berapa kali saya merasa gelisah, dan Sang Ratu selalu setia menemaniku.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi beberapa hari yang lalu saya merasa kehilangan yang luar biasa. Disaat saya butuh kerokan, ternyata saya tidak menemukan Sang Ratu di dompet saya. Sudah lebih dari 2X48 saya mencari Sang Ratu tapi tidak menemukannya. Dan menurut kelaziman jika kita mengalami kehilangan lebih dari 2x24 jam, bisa dilaporkan ke pihak Kepolisian. Nah, sekarang sudah lebih dari 2x24 jam dan saya bingung kemana saya harus melaporkan hilangnya Sang Ratu. Kepolisian pasti akan menganggap remeh masalah ini dan dianggap guyonan. "O alah mas...koin jelek kayak gitu kok di pikirin"</p>
<p style="text-align: left;">Sang Ratu, kembalilah. Saya benar-benar membutuhkanmu saat ini.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>NB:</strong>buat yang pernah melihat atau menemukan Sang Ratu mohon kesediaannya berbagi informasi kepada saya. Terimakasih</p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/jalan-jalan-ke-pelabuhan-ratu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu'>Jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/sang-ratu-telah-hilang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Trend: Demam Euro 2008 di Indonesia</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/google-trend-demam-euro-2008-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/google-trend-demam-euro-2008-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 01:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2008]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya iseng-iseng ngecek google trend dengan memasukkan kata kunci Euro 2008. Hasilnya? sungguh mengejutkan. Ternyata Indonesia adalah negara yang paling banyak memburu informasi dengan kata kunci Euro 2008 dari Internet.  Indonesia benar-benar sedang demam Euro 2008

Menurut hasil analisis Google Trend, pengguna inmternet Indonesia mengungguli semua negara kontestan Piala Eropa yang menggunakan kata [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/saya-percaya-akan-masa-depan-indonesia-yang-lebih-baik.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saya percaya akan masa depan Indonesia yang lebih baik. . .'>Saya percaya akan masa depan Indonesia yang lebih baik. . .</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/google-chrome-ramikan-persaingan-browser.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google Chrome Ramaikan Persaingan Browser'>Google Chrome Ramaikan Persaingan Browser</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/bangkai-tikus-dan-piala-eropa.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bangkai Tikus dan Piala Eropa'>Bangkai Tikus dan Piala Eropa</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fgoogle-trend-demam-euro-2008-di-indonesia.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fgoogle-trend-demam-euro-2008-di-indonesia.html" height="61" width="51" /></a></div>Hari ini saya iseng-iseng ngecek <strong><a title="Euro 2008 Google Trend" href="http://www.google.com/trends?q=euro+2008&amp;ctab=0&amp;hl=en&amp;geo=all&amp;date=all&amp;sort=0">google trend</a> </strong>dengan memasukkan<strong> kata kunci Euro 2008</strong>. Hasilnya? sungguh mengejutkan. Ternyata Indonesia adalah negara yang paling banyak memburu informasi dengan kata kunci Euro 2008 dari Internet.  Indonesia benar-benar sedang demam Euro 2008

Menurut hasil analisis <strong>Google Trend</strong>, pengguna inmternet Indonesia mengungguli semua negara kontestan Piala Eropa yang menggunakan kata kunci EURO 2008.  Berikut ini daftar  peringkat 10 besar negara palinng banyak menggali informasi dengan kata kunci "Euro 2008":
<ol>
	<li>
<table class="list" border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>1.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=idn&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Indonesia</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="100">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>2.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=hrv&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Croatia</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="86">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>3.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=prt&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Portugal</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="80">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>4.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=che&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Switzerland</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="67">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>5.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=rom&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Romania</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="66">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>6.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=vnm&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Viet Nam</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="65">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>7.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=aut&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Austria</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="57">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>8.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=pol&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Poland</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="55">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>9.</span></td>
<td style="padding: 5px 3px;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=grc&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Greece</a></span></td>
<td style="border-right: medium hidden; padding: 2px 3px;" valign="center">
<table class="bar" style="height: 4px;" border="0" cellspacing="0" width="55">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#4684ee"></td>
</tr>
</tbody></table>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left: medium hidden; border-bottom: medium hidden; padding: 5px 3px 5px 10px;" width="1" align="right" valign="center"><span>10.</span></td>
<td style="border-bottom: medium hidden;" align="left" valign="center"><span><a href="http://www.google.com/trends?hl=en&amp;q=euro+2008&amp;date=all&amp;geo=mys&amp;ctab=0&amp;sort=0&amp;sa=N">Malaysia</a></span></td>
</tr>
</tbody></table>
</li>
</ol>
<span>Sayangnya, Trend sepak bola di Internet belum menjalar ke dunia nyata. Gonjang ganjing kepengurusan <strong>PSSI</strong> masih belum tuntas. Kepastian Liga Super juga belum menemukan titik terang. Ah...sudahlah, rasanya gak pernah habis membahas salah satu organisasi olahraga tertua di negeri ini. Mending menikmati pertandingan<strong> Piala Eropa</strong> yang bermutu.
</span>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/saya-percaya-akan-masa-depan-indonesia-yang-lebih-baik.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saya percaya akan masa depan Indonesia yang lebih baik. . .'>Saya percaya akan masa depan Indonesia yang lebih baik. . .</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/google-chrome-ramikan-persaingan-browser.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google Chrome Ramaikan Persaingan Browser'>Google Chrome Ramaikan Persaingan Browser</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/bangkai-tikus-dan-piala-eropa.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bangkai Tikus dan Piala Eropa'>Bangkai Tikus dan Piala Eropa</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/google-trend-demam-euro-2008-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekerasan (lagi?)</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 07:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[vandalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya membaca berita tentang aksi brutal di Monas yang mengakibatkan beberapa orang luka dan sejumlah kerugian material yang belum sempat dihitung. Dari cuplikan berita TV yang saya lihat, beberapa mobil rusak akibat aksi ini. Beberapa orang mengalami luka berat dan ringan. Berbagai media ramai-ramai menjadikan headline berita. Secara pribadi, saya sudah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/sekali-lagi-kekerasan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hikayat Kekerasan'>Hikayat Kekerasan</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/mengenang-kartini-lagi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenang Kartini Lagi'>Mengenang Kartini Lagi</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/kebijakan-privasi-yang-menyesatkan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kebijakan Privasi yang menyesatkan'>Kebijakan Privasi yang menyesatkan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fkekerasan-lagi.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fkekerasan-lagi.html" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: left;">Beberapa hari yang lalu, saya membaca berita tentang<strong> aksi brutal di Monas</strong> yang mengakibatkan beberapa orang luka dan sejumlah kerugian material yang belum sempat dihitung. Dari cuplikan berita TV yang saya lihat, beberapa mobil rusak akibat aksi ini. Beberapa orang mengalami luka berat dan ringan. Berbagai media ramai-ramai menjadikan <strong>headline berita</strong>. Secara pribadi, saya sudah muak dengan berita semacam ini dan cara pemberitaan media yang senantiasa diliputi euforia.<span id="more-59"></span></p>
<p style="text-align: left;">Feeling saya mengatakan ini sebuah <strong>skenario untuk mengalihkan perhatian </strong>dari isu utama beberapa minggu kemarin akibat dampak kenaikan BBM beberapa waktu lalu. Jujur kalau kita bisa berpikir jernih, dampak riil kenaikan BBM jauh lebih hebat dari  aksi demo dan huru hara di Monas yang gak bermutu itu. Bukan maksud saya menganggap enteng kasus Monas. Tapi dengan adanya kasus ini, secara tidak sadar kita telah digiring untuk "melupakan" isu yang lebih  penting, isu yang menyangkut seluruh rakyat Indonesia</p>
<p style="text-align: left;">Kenyataannya, isu tentang BBM melibatkan ratusan juta nyawa, sedangkan peristiwa Monas hanya melibatkan segelintir pihak, dan itu sekali lagi hanya terjadi di Jakarta. Bandingkan dengan dampak harga minyak yang sangat komplek: inflasi, kanaikan harga sembako, teknis BLT yang banyak celah, kesenjangan sosial yang timbul dll.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Kalau pemerintah memang serius</strong>, kasus Monas bisa di selesaikan dalam waktu singkat. Soal pembubaran organisasi tertentu itu gampang banget kalau pemerintah punya niat. Jadi menurut saya, ini hanya akal-akalan pihak tertentu untuk memindahkan fokus kita dari masalah yang sebenarnya. Sekarang makin jelas, kejadian Monas berlatarkan perselisihan antara satu kelompok dengan kelompok lain. Dan saya kira banyak pihak, termasuk <strong>media cukup pandai membaca </strong>situsi ini</p>
<p style="text-align: left;">Inti permasalahannya adalah, apakah kita sadar kalau kita diperdaya dengan kasus kekerasan Monas atau tidak. Perkiraan saya, tidak akan ada solusi apapun terkait dari kasus ini seperti kasus yang sudah-sudah karena memang tidak ada niat untuk menyelesaikannya secara tuntas. Tuntutan dari berbagai lapisan masyarakat untuk membubarkan FPI sepertinya tidak mempengaruhi pemerintah dalam bersikap. Argumen yang dibangun adalah, "pembubaran (FPI) tidak menjamin Indonesia bebas dari aksi kekerasan dan vandalisme"</p>
<p style="text-align: left;">Kenyataannya, kekerasan itu sama tuanya dengan sejarah manusia seperti yang sempat saya singgung <a title="Hikayat Kekerasan" href="http://www.sofyanr.com/sekali-lagi-kekerasan.html"><strong>di sini</strong></a>. Jadi Argumen pemerintah yang belum juga memberikan putusan <strong>tegas</strong> sungguh alasan yang basi banget. Saya yakin, kekerasan akan selalu hadir dalam hidup manusia. Tapi, bukan itu inti permasalahannya. Bahwa setiap pelaku tindak kekerasan dan pelanggaran hukum wajib ditindak tegas, apapun itu alasannya.</p>
<p style="text-align: left;">Atau jangan-jangan pemerintah sudah menjalin hubungan mesra dengan pihak tertentu dibalik kerusuhan Monas karena keduanya saling membutuhkan?</p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/sekali-lagi-kekerasan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hikayat Kekerasan'>Hikayat Kekerasan</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/mengenang-kartini-lagi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenang Kartini Lagi'>Mengenang Kartini Lagi</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/kebijakan-privasi-yang-menyesatkan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kebijakan Privasi yang menyesatkan'>Kebijakan Privasi yang menyesatkan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
