Hari penuh kesialan (ii)

Melanjutkan potingan sebelumnya di sini, kesialan yang saya alami seakan tidak putus hingga tengah malam. Berikut ini urutan kronologi lanjutan yang saya alami di hari penuh kesialan: 08:00 Di tembak di jembatan penyebrangan Di jembatan penyebrangan antara Plaza BlokM - Terminan Blok M, saya di "tembak" dua orang cewek aneh. ketika menaiki tangga jembatan penyebrangan, tiba-tiba salah satu cewek yang berjalan di depan saya kentut. Bener-bener gak nyangka, pagi-pagi kena tembakan tepat di muka oleh cewek muka gila. Ampun deh..., bikin kaget dan tensi. 12:00 Nasi Goreng Kampret Setelah pertemuan di Cijantung, segera meluncur ke Senayan. Sesampainya di sana, orang yang dicari belum nongol juga. Sambil menunggu, pesan nasi goreng untuk mengganjal perut yang sejak pagi belum terisi. Gile..., pedasnya bukan kepalang sampai tersedak dan batuk-batuk menahan pedas. Setelah habis separo, mendadak perut gak bisa kompromi, berualang kali harus ke toilet karena mencret. duh... 14:00 Penonton yang berisik Lagi-lagi harus menunggu orang yang plin-plan. Bener-bener bikin jengkel. Untuk mengusir kekesalan, akhirnya saya memutuskan nonton film di Plaza Senayan. sial, saya dapat tempat duduk yang gak strategis + orang yang duduk di sebelah saya berisik banget. Selalu ngomentarin film dari A-Z. 16:00 Negosiasi yang alot Setelah menunggu berjam-jam, orang yang di tunggu akhirnya datang juga. Bayangkan, saya harus nunggu kira-kira 4 jam dari waktu yang dijanjikan. Setelah ketemu, negosiasi masalah kontrak ternyata berjalan alot, meski akhirnya di capai kata sepakat namun ada banyak catatan disana-sini 18:00 Macet Setelah selesai negosiasi, akhirnya harus segera menuju ke basecamp untuk siap-siap ke Stasiun Senin. Di jadwal, kereta Senja Utama Jogja berangkat jam 8. Tapi karena macet selama perjalanan, akhirnya tertinggal kereta. Saya terlambat 5 menit karena jalanan ibukota yang macet. Padahal sudah pesan tiket jauh hari sebelumnya. Dan dengan terpaksa harus merelakan uang tiket yang sudah di pesan. 20:30 Cape' Akhirnya cuma bisa duduk-duduk di Stasiun dengan lesu. Rencana ke jogja pun gagal gari itu. 21:15 Kembali menunggu Setelah gagal ke jogja, akhirnya kembali ke basecamp untuk istirahat. Lagi-lagi tertimpa kesialan karena sesampainya basecamp, semua pintu terkunci. Ternyata si penunggu basecamp sedang keluar entah kemana. Dan celakanya, HP tidak bisa di hubungi. Si penunggu baru pulang setelah jam 23:52. Gila, ternyata seharian penuh saya mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Tapi semua kesialan di hari itu terbayar beberapa hari kemudian. Pekerjaan selesai lebih cepat, bisa full liburan hingga pertengahan bulan Agustus, dll.

Related posts:

  1. Hari penuh kesialan (i)
  2. Perjalanan yang menyiksa

4 Responses to “Hari penuh kesialan (ii)”

  • eko says:

    bagi2 proyeknya dong :-)

  • ali says:

    hehehe. buruk bener nasib lo bang.

  • okky says:

    Wah.. Jadi dirimu itu perlu di ruwat mungkin mas, biar ga kebawa sial. Dan ironi nya kesialan itu semakin membabi buta. Jadi bukan karena abis ketemu Lala aja kan km sial??
    Wkekkeekkekekeek..
    *kaboooorrr*

  • sofyanr says:

    cuma hari itu saja kesialan datang tanpa henti. Berbulan-bulan selanjutnya ya biasa2 saja, malah beberapa diantaraya saya beruntung. Sangat beruntung malah....

Leave a Reply

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Categories
Archives
TopOfBlogs
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes