Jangan biarkan dangdut gulung tikar
Ya benar... Anda tidak salah baca. Saya sengaja menulis ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap jagat dangdut Indonesia. Hampir sepanjang tahun 2008, saya sangat sulit mendengarkan alunan musik dangdut baik di TV, maupun radio. Parahnya lagi, sejak pergantian tahun 2009, makin susah saja mendengar musik yang dulu konon musik rakyat.
Sekarang, dangdut benar-benar jadi komoditas langka. Dangdut kalah moncer dengan musik pop a la Kangen Band, ST12 dll. Hampir ditiap kesempaatan, sulit rasanya mengkarantina telinga dari musik-musik pop tersebut. Entah itu di angkot, warung, atau perempatan jalan. Tidak pernah saya mendengarkan para pengamen mendendangkan dangdut. Mereka merasa lebih nyaman menyanyi lagu pop meskipun parau dan punya gaya dangdut.
Jika 5 tahun atau 10 tahun silam saya masih sering mendengar alunan musik dangdut dari Evi Tamala, Rhoma Irama, Ikke Nurjanah, Mansyur S, dll, kini saya hanya bisa mendapati musik dangdut yang dari koleksi MP3 dan kontes di stasiun TV swasta. Parahnya lagi, banyak orang mengklaim sebagai penyanyi dangdut tapi tidak mampu berdendang dan bergoyang dangdut.
Dari sekian banyak penyanyi di Indonesia saat ini, manakah menurut sampeyan yang benar-benar penyanyi dangdut? Trio macan, Dewi Persik, Thomas Jhorgy, Titi Kamal, Denada atau Dian Sastro? Bagi saya mereka bukanlah orang yang lahir dan mewarisi tradisi dangdut. Bagi saya mereka tidak mempunyai karisma sebagai seorang penyanyi dangdut.
Apakah salah? Tentu saja tidak. Tapi rasanya ada yang aneh dengan selera musik jaman sekarang. Semuanya mengarah ke muara yang hampir sama. Kangen Band, ST12, Stafa, dll sama-sama mengusung aliran pop. Saya memang bukan seorang kritikus musik. Tapi sebagai penikmat musik, saya bosan karena tiap saat terpaksa mendengarkan musik yang sama dari grup atau penyanyi yang sama. SUNGGUH TER... LA.... LU...!!!!!
Dalam keadaan seperti sekarang, saya benar-benar merindukan suara kendang dan suling khas dangdut. Rindu lagunya "Begadang" Bang Haji, Selamatkan dangdut. Jangan biarkan dangdut gulung tikar!!!!
No related posts.
Eh kemarin pas karaokean aku nyanyi lagu Kopi Dangdut lho...
waw....
salam buat bang roma
icik icik dangdut...
wah satria bergitar... mau dong steinbergernya bang roma...
padahal musik dangdut cuma ada di Indonesia ya?
jangan2 nanti Malaysia....ah sudah lah
*semoga saja tidak
dangdut is de musik op may kantri
@Mixan kopi dangdut apik
@Niff Salam dangdut
@Satrio wuoh.... SUNGGUH TER...LA...LU. beli napa
@Mardee yoi....
@Kipli dangdut emang yahud...
iya... saya juga rndu evie tamala
dangdut i like it...
asal dak di bikin koplo ajah...
iya ik ku kangen ma dangdut jadul...
Masih banyak kok. tenang aja.
@Guntur wohohoho... penyanyi dangdut sekarang cuma ngandalin goyang syur dan bodi montok
@Huda dangdut yang sekarang buka lagu baru. Hampir semuanya repro tahun-taun sebelumnya atau lagu pop yang dibikin dangdut
potone nggak kuat?dangdut sekarang kok isinya mengumbar sex ajah?marai pengen...nganu
dangdut??? mendingan campursari wae....
@ ali Kalau dangdut koplo gimana???
wah soalnya dangdut dicitrakan ama lagu dengan jogetan yang erotis sih mas jadi yo mulai pudar deh
hidup bang Rhoma................
Mosok to, dangdut langka di TV? Di TPI masih dilombakan, tuh! Tapi roda tetap berputar, mas.. Campursari yang dulu trend sekarang juga grafiknya turun. Lagu jadul "Nuansa Bening" dan lagu2 era 80-an sekarang didaur ulang lagi. Satria Bergitar mungkin akan recycling tahun 2015. Siapa tahu?
Jadi artikelnya bisa dilanjut mas.. lima alinea lagi (ntar jadi kolumnis musik).
itu dia Pak, Dangdut cuma ada laris di acara lomba. Maksudnya sekarang jarang ada lagu2 dangdut baru. Cuma daur ulang atau lagu pop di dangdutkan
SAya juga hobi dangdut...!
Toss..!:->
sungguh TERRRR LHHHAAA LHHHHUUU...
lagu2nya bang oma is my guilty pleasure mas.. hehe...