Loenpia, apakabarmu hari ini?

Ultah Loenpia ke-3

Sobat, apakabarmu hari ini?

Tak terasa enam bulan sudah kita bertemu. Terakhir kali kita bersua di warung wedangan dalam sebuah forum yang wagu. Saya mulai mengenalmu sejak memutuskan meninggalkan kota Jogja. Sepeninggal dari Jogja, saya sempat terdampar dibeberapa bandar nan ramai. Tapi panggilan jiwa untuk kembali ke kota ini tak bisa diingkari. Saya terpesona dengan keelokan kota lama, anggunnya Gereja Blenduk, kokohnya Lawang Sewu dan lezatnya masakan di Semawis.

Sobat, apakabarmu hari ini?

Kota yang aku tinggali saat ini ternyata menyimpan banyak misteri. Benar apa yang dikatan beberapa teman. Semarang bukan hanya identik dengan bangunan tua yang moi, dan aneka masakan yang megundang selera, tetapi juga warganya yang susah ditebak perangainya.

Meskipun saya tidak asing dengan kota ini, tapi harus diakui saya belum terlalu mengenalnya. Maka mulailah perburuan pertama saya mencari informasi segala hal yang berhubungan dengan Kota Semarang. Beruntung, tanpa kesengajaan saya menemukan "mutiara" dibelantara dunia maya. Sebuah blog tentang Semarang mencuri perhatianku. Selama kurang lebih dua minggu saya mempelajarinya. Setelah merasa cukup, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan Loenpia.net, bergabung dengan kalian semua dalam sebuah keluarga.

Buka Bersama Loenpia

Di komunitas ini, saya menemukan keunikan tersendiri. Di sini sesama anggota sama derajatnya. Yang sudah berumur dan masih muda sama nilainya, yang jomblo dan yang sudah berkeluarga sama kedudukannya. Yang saya pahami, hanya ada satu aturan baku yang berlaku: berlakulah sopan jika ingin selamat. Semua seakan berjalan secara natural dan apa adanya.

Sejak pertama kali bergabung di milis sem[b]arangan, email-email mengalir dengan deras tanpa bisa dibendung. Pada mulanya memang sedikit aneh dengan bahasa yang kalian digunakan, tapi makin lama akhirnya jadi terbiasa. Dari milis pula saya bisa mulai mengenal kalian satu persatu. Lewat bahasa-bahasa vulgar dan foto-foto yang disebar secara semena-mena. Ada banyak yang lucu, tapi tak sedikit pula yang bisa bikin muntah sejadinya.

Ternyata, apa yang tersurat di email dan milis tidak mencerminkan karakter kalian sepenuhnya. Ada orang yang gemar menebar umpatan kasar tapi ternyata baik dan suka traktir, ada yang sepintas anteng dan kalem ternyata riwilnya tidak ketulungan, ada yang masih muda tapi sukanya berburu janda. Bermuka ustadz tapi kelakuan ......Astagfirullah, saya tidak tega mengucapkannya. Saya hanya bisa berdoa semoga Tuhan selalu memberi petunjuk buat kalian semua yang bertingkah laknat.

Sobat, kalian semua menampakkan perilaku yang hampir serupa jika berurusan dengan hal traktiran dan makan gratis. Apa yang tersedia tidak pernah tersisa barang secuil. Bahkan jika dirasa kurang, tanpa ragu-ragu kalian akan menambah porsi dua, tiga, atau empat sekaligus. Oh my god... ternyata yang kalem pun bisa bersikap beringas jika sudah berurusan dengan perut

Itulah sedikit gambaran yang terekam dalam benak saya tentang kalian semua, tentang sebuah keluarga bernama Loenpia. Semua seakan menampilkan dua karakter yang berbeda antara di milis dengan kenyataan. Satu pelajaran berharga yang saya peroleh setelah beberapa bulan berkenalan adalah: jangan menilai orang cuma bermodal pesan dan gambar di milis. Ikutlah kopdar sesering mungkin untuk lebih mengenal satu sama lain. Menilai mana yang patut diwaspadai saat ada acara traktiran dan makan gratis. Jangan sampai salah menilai karena akan fatal akibatnya.

Sobat, satu persatu acara kopdar aku hadiri. Kopdar pertamaku di warung Burjo mempertemukanku dengan kalian: Teguh, Dendi, Fiandigital, Kopril dan Kian. Di kopdar-kopdar berikutnya makin banyak dari kalian yang aku kenal: Budi, Pak Kawi, Pepeng, Munif, Hyudee, Yogie, Nie, Niningsan, Fanny, Harry, Lowo, H4rs, AriW, Didut, wiwikwae dll. Mohon maaf jika ada namanya yang belum tercantum. Bukan maksud saya melupakan kalian, tapi karena ruang yang terbatas. Di komunitas inilah saya bisa bertemu secara imajiner dengan kalian semua tanpa ada batasan wilayah, waktu, dan ruang. Saya bebas misuh dan tanpa ewuh pekewuh, menghardik orang yang keterlaluan. Begitupun sebaliknya, tak jarang saya kena damprat dan umpat. Itulah Loenpia, orang dengan beragam latar belakang bisa tegur sapa.

Apalagi yang harus kucari kalau semuanya ada di sini. Ada umpatan, gojeg wagu, gojeg kere, foto saru, informasi warung romantis, tutorial gratis, info free hotspot, link rapidshare, bursa lagu dsb. Apa lagi yang harus ku cari jika tiap kali buka email ada saja sesuatu yang baru, sesuatu yang kadang nyelekit tapi ngangeni.

Sobat, apa kabarmu hari ini?

Selamat Ulang Tahun buat Loenpia yang ke-3. Selamat Ulang Tahun kita semua karena Loenpia milik bersama. Semoga Loenpia menjadi lebih baik, menjadi rumah yang selalu hangat dan erat.

Salam,

Sofyan R

Related Posts

Buka Puasa Cara Loenpia.Net, Kopdar Akbar Loenpia 2009

20 Responses to “Loenpia, apakabarmu hari ini?”

Leave a Reply

Archives
”Perfect
TopOfBlogs
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes