<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Web Design Indonesia&#187; Indonesia, Web Developer, Web Designer, Freelance Web Designer, Web Consultant, SEO Services, Wordpress Template, Web Template</title>
	<atom:link href="http://www.sofyanr.com/tag/buku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sofyanr.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 14:20:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>10 Buku Gratis tentang Social Media</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/10-buku-gratis-tentang-social-media.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/10-buku-gratis-tentang-social-media.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku gratis]]></category>
		<category><![CDATA[download buku gratis]]></category>
		<category><![CDATA[freebies]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Social Media memang lagi ngetren. Berbagai blog dan web ramai-ramai membahas tentang apa itu Social Media dan manfaatnya. Tapi dari sekian banyak sumber, tidak semuanya meiliki isi yang bermutu dan bagus. Berikut ini saya lampirkan beberapa buku GRATIS (bukan bajakan) bermutu yang berhubungan dengan Social Media: 

	The New Rules of Viral Marketing – David Meerman [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/10-presentasi-tentang-social-media.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10+ Presentasi tentang Social Media'>10+ Presentasi tentang Social Media</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/berbagi-tentang-social-media-di-santika-premier-semarang.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagi tentang 'Social Media' di Santika Premier Semarang'>Berbagi tentang 'Social Media' di Santika Premier Semarang</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/what-the-fk-is-social-mediaville.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: What the F**K is Social Media?'>What the F**K is Social Media?</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/social-commerce-kolaborasi-social-media-dan-ecommerce.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Commerce: Kolaborasi Social Media dan Ecommerce'>Social Commerce: Kolaborasi Social Media dan Ecommerce</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/social-games-dan-prospek-pasar-virtual-goods.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Games dan prospek pasar Virtual Goods'>Social Games dan prospek pasar Virtual Goods</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2F10-buku-gratis-tentang-social-media.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2F10-buku-gratis-tentang-social-media.html" height="61" width="51" /></a></div><a title="Social Media" href="http://www.sofyanr.com/category/social-media"><strong>Social Media</strong></a> memang lagi ngetren. Berbagai blog dan web ramai-ramai membahas tentang <strong><a href="http://www.sofyanr.com/what-the-fk-is-social-mediaville.html">apa itu Social Media</a></strong> dan manfaatnya. Tapi dari sekian banyak sumber, tidak semuanya meiliki isi yang bermutu dan bagus. Berikut ini saya lampirkan beberapa buku GRATIS (bukan bajakan) bermutu yang berhubungan dengan Social Media: <span id="more-298"></span>
<ol>
	<li><a href="http://www.davidmeermanscott.com/documents/Viral_Marketing.pdf">The New Rules of Viral Marketing</a> – <a href="http://www.davidmeermanscott.com/">David Meerman Scott </a></li>
	<li><a href="http://www.christopherspenn.com/8stepguide.pdf">Podcast Marketing eBook</a> – <a href="http://www.christopherspenn.com/">Christopher S. Penn </a></li>
	<li><a href="http://socialwebanalytics.com/The_Social_Web_Analytics_eBook_2008.pdf">Social Web Analytics</a> – <a href="http://www.socialwebanalytics.com/">Social Web Analytics</a></li>
	<li><a href="http://www.startupinternetmarketing.com/downloads/stealth.pdf">Masters of Marketing</a> – <a href="http://startupinternetmarketing.com/">Startup Internet Marketing</a></li>
	<li><a href="http://www.staciemahoe.com/getviral.pdf">Get Viral Get Visitors</a> – <a href="http://staciemahoe.com/">Stacie Mahoe</a></li>
	<li><a href="http://www.geekpreneur.com/wp-content/uploads/2008/06/twitter_book_geekpreneur.pdf">Geeks Guide To Promoting Yourself With Twitter</a> – <a href="http://www.geekpreneur.com/">Geekpreneur</a></li>
	<li><a href="http://www.hunternuttall.com/resources/The-Zen-of-Blogging.pdf">The Zen of Blogging</a> – <a href="http://www.hunternuttall.com/">Hunter Nutall </a></li>
	<li><a href="http://www.smashlab.com/files/primer_in_social_media.pdf">A Primer In Social Media</a> – <a href="http://www.smashlab.com/">SmashLab</a></li>
	<li><a href="http://www.blizzardinternet.com/wp-content/uploads/2008/01/seo-for-wordpress-blogs.pdf">SEO For Wordpress Blogs</a> – <a href="http://www.blizzardinternet.com/">Blizzard Internet</a></li>
	<li><a href="http://www.briansolis.com/2008/06/essential-guide-to-social-media-free/">The Essential Guide To Social Media</a> – <a href="http://www.briansolis.com/">Brian Solis</a></li>
</ol>
Jika Anda mempunyai info lain tentang buku-buku gratis (bukan bajakan) tentang Social Media, mohon kesediaannya untuk berbagi karena <strong><a href="http://www.rotifresh.net">Berbagi Tak Pernah Rugi</a></strong>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/10-presentasi-tentang-social-media.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10+ Presentasi tentang Social Media'>10+ Presentasi tentang Social Media</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/berbagi-tentang-social-media-di-santika-premier-semarang.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagi tentang 'Social Media' di Santika Premier Semarang'>Berbagi tentang 'Social Media' di Santika Premier Semarang</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/what-the-fk-is-social-mediaville.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: What the F**K is Social Media?'>What the F**K is Social Media?</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/social-commerce-kolaborasi-social-media-dan-ecommerce.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Commerce: Kolaborasi Social Media dan Ecommerce'>Social Commerce: Kolaborasi Social Media dan Ecommerce</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/social-games-dan-prospek-pasar-virtual-goods.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Games dan prospek pasar Virtual Goods'>Social Games dan prospek pasar Virtual Goods</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/10-buku-gratis-tentang-social-media.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Che Bukan Cuma Dari Oblong</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/mengenal-che-bukan-cuma-dari-oblong.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/mengenal-che-bukan-cuma-dari-oblong.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 04:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyanr.web.id/mengenal-che-bukan-cuma-dari-oblong.html</guid>
		<description><![CDATA[

Judul Buku      : Che Untuk Pemula
Penulis             : Sergio Sinay
Ilustrator        : Agung Arif Budiman
Penerbit           : Insist Press, Yogyakarta
Cetakan     [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/cuma-mimpi-pembebasan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cuma Mimpi Pembebasan'>Cuma Mimpi Pembebasan</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/kami-bukan-cracker.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Maaf, Kami Bukan Cracker!!!'>Maaf, Kami Bukan Cracker!!!</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fmengenal-che-bukan-cuma-dari-oblong.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fmengenal-che-bukan-cuma-dari-oblong.html" height="61" width="51" /></a></div><a href="http://localhost/wordpress/wp-content/uploads/2008/05/che2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-51" title="che" src="http://www.sofyanr.com/wp-content/uploads/2008/05/che2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>

<strong>Judul Buku      : Che Untuk Pemula
Penulis             : Sergio Sinay
Ilustrator        : Agung Arif Budiman
Penerbit           : Insist Press, Yogyakarta
Cetakan            : II, Januari 2004
Tebal                    : 178 halaman
</strong>
Moncong senapan serdadu Bolivia itu tak lebih sekilan jaraknya dari dahi lelaki itu. Sekali pelatuk ditarik, pastilah kepalanya tertembus peluru, dan ia akan segera meregang nyawa. Tetapi, lelaki itu buru-buru berkata,”Jangan tembak... aku Che. Aku lebih berharga bagimu, jika aku hidup daripada mati...” Itu adalah penggalan cerita detik-detik penangkapan Che Guevara, yang diilustrasikan dengan memikat di awal buku berbentuk komik ini.
<span id="more-14"></span>
Che Guevara, sosok pejuang pemberontak asal Argentina yang telah melegenda, itu memang begitu berharga, hidup atau mati. Pemerintah Bolivia kala itu (1967), menjanjikan lima ribu dollar untuk kepala Che. Tetapi, bukan karena itu, ilustrasi ending cerita perjuangan Che Guevara diletakkan pada bagian awal buku ini. Mungkin itu sekadar intro, betapa proses kematian Che Guevara, hingga kini, masih menjadi sejuta tanya bagi semua (tentu tidak bagi pelaku penembaknya). Atau, memang beginilah pantasnya cara komik berkisah: alur yang paling seru, perang lantas penangkapan, ditampilkan di muka demi memikat pembaca. Yang pasti, setelah itu, kronologi cerita buku ini menjadi berarti, terutama bagi kita yang sekadar tahu tentang Che Guevara dari oblong atau topi a la Che, yang acap dikenakan anak muda masa kini.

Dalam buku ini, Che digambarkan sebagai seorang pemuda gerilyawan yang patriotik dan heroik. Alasan atas apa yang dilakukannya ialah demi satu kata: kebebasan. Kebebasan rakyat dari jerat diktator penguasa dan kemiskinan di Amerika Latin. Ya, penguasa diktator yang datang silih-berganti serta problem kemiskinan memang selalu mewarnai daratan yang menjadi backyard negeri Paman Sam itu. Dalam konteks seperti inilah, sosok Che dalam buku ini kian hidup.

Lebih dari itu, kehidupan dalam keluarga Che juga turut menghidupkan semangat heroismenya. Che terlahir dari keluarga kelas menengah yang bersikap oposan terhadap Peron, diktator populis yang memimpin Argentina masa itu. Sang ayah pun berkata pada Che kecil serta adik-adiknya, “Anak-anak, hidup ini penuh dengan misteri dan bahaya. Hal yang paling penting dari semuanya adalah kebebasan. Jangan pernah menyerahkan itu. Dan untuk mempertahankannya, kalian nanti harus mengorbankan banyak hal. Tapi, jika kalian kehilangan kebebasan maka hidup kalian akan penuh dengan penderitaan...” (hal. 23).

Maka sosok muda Che kian mempesona dengan kegemarannya berkelana di seantero Amerika Latin. Pengelanaan itu menyibak kesadaran hatinya tentang pelbagai persoalan kemanusiaan di benua temuan Colombus itu. Soal kemiskinan, soal ketertindasan. Guatemala, sebuah negeri di Selatan Meksiko adalah negeri di mana kali pertama seorang asing Che, terlibat dalam sebuah gerakan revolusioner menentang penguasa. Sejak itu, namanya kian tenar, hingga membawanya pada perjumpaan yang menyenangkan dengan Fidel Castro, seraya bersiasat untuk membebaskan negeri Kuba dari diktator Batista. Maka, tak ada pilihan lain kecuali memenangi revolusi!

Barangkali, nama Che Guevara tak terus mengudara apalagi melegenda, jika aksi revolusionernya selalu tertumbuk pada kekalahan. Tapi, bersama Castro, dengan melakukan gerakan revolisioner lewat taktik gerilya dan didukung oleh masyarakat kelas petani Kuba, Che beroleh kemenangan dengan gemilang. Kemenangan, yang sudah tentu membanggakan. Karena kemenangan ini, ia bahkan dianugerahi status sebagai warga negara Kuba. Namun, kemenangan ini sekaligus menghadapkannya pada tantangan baru, bagaimana membawa Kuba keluar dari jerat kemiskinan dan ketertundukan dari negeri asing.

Pasca kemenangan revolusioner Kuba, sebenarnya, merupakan fase menarik di mana kita seharusnya memandang Che Guevara secara kritis dari sisi manapun. Tapi, buku ini menegaskan sosok Che sebagai seorang gerilyawan tulen. Seorang sosok yang patriotik lantaran panggilan moral dan nurani. Tidak lebih. Sebab itu, walau sempat sedikit disinggung, kegagalan konsep ekonomi Che demi mempercepat capaian idustrialisasi di Kuba tak diulas panjang-lebar.

Toh memang, keberadaan Che sebagai seorang gerilyawan yang kemudian juga berhasil men-teorisasikan perihal gerilya itu, layak dihargai tinggi-tinggi. Selain melakukan tur demi menghimpun kekuatan negeri-negeri underdevelop, selama di Kuba Che Guevara sukses menelurkan buku The War of Guerrillas dan sebuah esai, Notes for the Study of Cuban Revolution Ideology. Namun, bagaimanapun kita harus mengkritik kegagalan Che dalam keterlibatannya dengan pemberontakan di Bolivia pada 1967. Satu yang tidak terjawab oleh buku ini, mengapa, berbeda halnya dengan yang terjadi di Kuba, petani-petani di pedalaman Bolivia tak mendukung para gerilyawan, hingga Che kalah dan menutup cerita kepahlawanannya di sana?

Buku ini, sekali lagi, memang menampilkan Che bak hero. Atau, jika boleh saya menyebut analogi lain yang mungkin setara dengan cara pandang buku ini, Che adalah seorang aktivis pejuang yang berlaku seperti koboi, sebagaimana dibayangkan Soe Hok Gie. Koboi yang datang kala masyarakat butuh bantuan melawan perusuh. Koboi yang kemudian pergi ketika perusuh telah dituntaskan.

Walau begitu, ilustrasi yang memikat dan dengan menggunakan bahasa yang renyah dan agak gaul, cukuplah bagi sang pemula untuk mulai mengenali Che. Paling tidak, mereka tak perlu asing dengan sosok yang terpampang pada oblong yang mungkin mereka kenakan, tanpa harus menjadi ideologis seperti Che. Selebihnya, mereka mesti menelusuri referensi yang lebih serius dari ini!

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/cuma-mimpi-pembebasan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cuma Mimpi Pembebasan'>Cuma Mimpi Pembebasan</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/kami-bukan-cracker.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Maaf, Kami Bukan Cracker!!!'>Maaf, Kami Bukan Cracker!!!</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/mengenal-che-bukan-cuma-dari-oblong.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuma Mimpi Pembebasan</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/cuma-mimpi-pembebasan.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/cuma-mimpi-pembebasan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 02:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Lenin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyanr.web.id/cuma-mimpi-pembebasan.html</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku    : Dalam Bayangan Lenin; Enam Pemikir Marxisme dari Lenin
sampai Tan Malaka 
Penulis        : Franz Magnis-Suseno
Penerbit    : Gramedia Pustaka, Jakarta
Cetakan    : Pertama, 2003
Tebal        : xx + 264 halaman 
Di lembar awal [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/mengenal-che-bukan-cuma-dari-oblong.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Che Bukan Cuma Dari Oblong'>Mengenal Che Bukan Cuma Dari Oblong</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fcuma-mimpi-pembebasan.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fcuma-mimpi-pembebasan.html" height="61" width="51" /></a></div>Judul Buku    : <strong>Dalam Bayangan Lenin; Enam Pemikir Marxisme dari Lenin
sampai Tan Malaka </strong>
Penulis        : <strong>Franz Magnis-Suseno</strong>
Penerbit    : <strong>Gramedia Pustaka, Jakarta</strong>
Cetakan    : <strong>Pertama, 2003</strong>
Tebal        : <strong>xx + 264 halaman </strong>
Di lembar awal abad XX lalu, ada seseorang yang tanpa ragu-ragu membumikan gagasan Marxisme. Vladimir Illych Ulyanov namanya. Berbekal tekad dan keyakinan yang tertancap kukuh kepada ajaran itu, sosok yang masyhur dengan nama Lenin itu punya maksud membebaskan penghisapan manusia oleh manusia. Namun, ia (mungkin) tak bakal pernah mengira. Ia justru ciptakan negara paling bengis dan paling berdarah yang pernah ada di muka bumi: Union of Soviet Socialists Republics.

<span id="more-11"></span>
Oktober 1917, negara itu diciptakan. Tidak main-main, untuk membangun landasannya saja, jutaan manusia dipaksa tumpas. Anehnya, tak hanya kaum borjuis. Para petani dan buruh tak pula luput tercatat sebagai tumbal dalam senarai panjang yang konon ditutup-tutupi. Penyumbang nyawa terbesar, bahkan.

Lantas muncul tanya mendesak: bagaimana ideologi revolusioner pembebas manusia usungan Lenin, yang nyatanya melahirkan sistem penindasan totaliter sedemikian kejam sepanjang sejarah, itu punya daya pesona nan memikat bagi pemikir-pemikir cerdas dan tanpa pamrih semacam Leon Trotsky, Georg Lukacs, Karl Korsch, Antonio Gramsci, dan Tan Malaka?

Di buku ini, Magnis-Suseno memberi dua titik terang yang bisa menjawab teka-teki sejarah itu. Pertama, situasi bengis ini adalah akibat dari penyelewengan bentukan Stalin. Kritik ini bermula dari argumen Trotsky. Stalin, di mata Trotsky, “…adalah tipe diktator yang akan memanfaatkan segala kesempatan untuk menjadikan diri seorang Tsar Merah, yang mirip dengan Ivan the Terrible 400 tahun sebelumnya” (hlm. 239).

Argumen ini beroleh dukungan utama dari kalangan Marxis-Leninis kritis, yang sebagian besar hidup di negara-negara komunis. Bagi mereka, konsepsi Lenin teramat beda ketimbang eksekusi yang diambil Stalin. Lebih jauh, Stalinisme divonis tak lagi sebagai perkembangan yang sah dan logis dari Leninisme. Stalinisme ibarat jurang gelap Marxisme-Leninisme. Di situ ada hantu penguasa haus darah bernama Stalin yang bertahta di atas bangkai jutaan proletar.

Kebengisan itu jelas lain dengan para korban di belakang Lenin pada tahun-tahun pertama pasca Revolusi Oktober. Mereka yang mati karena peristiwa berdarah itu dianggap sebagai ekses-ekses “komunisme perang”, di mana kekuasaan Soviet yang belia masih penuh ancaman.

Kedua, Magnis-Suseno menganggap bahwa menjelmanya Soviet menjadi penjara kemanusian disebabkan oleh sistem yang dibangun oleh Lenin sendiri. Seruan yang terlontar dari nyaris semua ahli non-Marxis ini bercermin dari fakta obyektif: tak satu pun negara komunis di seluruh belahan bumi yang menunjukkan wajah manusiawi!

Fakta ini memang tak dapat dimungkiri. Adalah tanggung jawab Lenin, bersama Trotsky, yang membuka jalan menuju kediktatoran partai yang lantas berujung pada kediktatoran Stalin setelah dengan paksa mengambil alih tampuk pimpinan tertinggi Partai Komunis Soviet, terlepas dari kehendak untuk mewariskannya ke tangan Trotsky yang dicap lebih setia dan lebih manusiawi.

Alasan Lenin mendirikan kediktatoran partai jelas: menyelamatkan Revolusi Oktober. Perwujudan partai ini, menurut buah pikir Lenin, punya posisi terpenting dalam situasi panas kurun itu. Sebab, “Perjuangan spontan proletariat akan menjadi ‘perjuangan kelas’ sungguh-sungguh selama perjuangan itu dipimpin oleh sebuah organisasi kaum revolusioner yang kuat” (hlm. 15).

Artinya, lewat telunjuk partai, semangat revolusioner kelas pekerja dapat terjaga dan dijauhkan dari bujukan para reduksionis yang bersikeras agar perjuangan para buruh terbatas hanya pada bidang ekonomi tanpa perlu bersangkut-paut dengan urusan sosial-politik. Kalau partai sudah mencengkeram total para buruh, yang memang tidak matang perihal kesadaran maupun intelektual, maka jebakan kaum borjuis yang kerap berselimut Marxisme dapat dikikis habis.

Terlepas dari kebengisan tanpa tanding itu, berkat tangan besi Lenin-lah Marxisme dengan mantap menjelma menjadi kekuatan politik revolusioner paling utama abad XX dengan wadak bernama Komunisme. Tanpa Lenin, ideologi perjuangan yang termaktub dalam ajaran Marxisme dapat ditakdirkan: terkungkung di tataran wacana. Lantas, tidak keliru tatkala para ideolog Soviet menyebut Marxisme-Leninisme sebagai ideologi yang melandasi Komunisme.

Kendati Franz Magnis-Suseno memusatkan kajiannya pada inti gagasan Leninisme, yakni ihwal partai kader revolusioner serta kediktatoran proletariat, catatan-catatan dari lima tokoh pemikir besar Marxis abad XX lainnya turut pula direkam dalam ini buku. Simak saja kedigdayaan nama mereka. Dari mulai Leon Trotsky, Georg Lukacs, Karl Korsch, Antonio Gramsci, hingga Tan Malaka.

Sebagai pengagum Marxisme, keenam tokoh ini punya keunikan ketimbang para pemikir Marxis sebelumnya: mereka sungguh-sungguh mengalami dan aktif terlibat dalam revolusi kaum buruh. Trotsky memimpin dewan buruh dalam Revolusi 1905 dan Oktober 1917; Lukacs menjadi menteri dalam pemerintahan revolusioner di Hongaria di 1919; Korsch aktif mempersiapkan revolusi komunis yang gagal di Turingen, Jerman; Gramsci melawan fasisme di Italia; serta Tan Malaka sebagai aktor di balik layar penyulut perjuangan Indonesia menentang imperialisme.

Yang pasti, kelima tokoh itu adalah pengagum setia Leninisme (sebelum dikodifikasi dan dibakukan Stalin tentunya). Dan lagi, mereka merupakan pemikir kreatif dan bebas. Bukan demi propaganda garis partai, mereka mempersembahkan gagasannya karena yakin akan apa yang ingin mereka sampaikan. Begitupula, kelima tokoh tanpa pamrih itu punya nasib tragis yang serupa pula: disingkirkan oleh negara yang dibelanya.

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/mengenal-che-bukan-cuma-dari-oblong.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Che Bukan Cuma Dari Oblong'>Mengenal Che Bukan Cuma Dari Oblong</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/cuma-mimpi-pembebasan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Romeo-Juliet, Sex Pistols dan Rambut Spiky</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/romeo-juliet-sex-pistols-dan-rambut-spiky.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/romeo-juliet-sex-pistols-dan-rambut-spiky.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 01:57:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[anak punk sex]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Punk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyanr.web.id/romeo-juliet-sex-pistols-dan-rambut-spiky.html</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku   : THE PUNK #1 PUNK NOVEL
Penulis          : Gideon Sams
Penerjemah  : Ade Ma’ruf
Penerbit        : Alinea, Yogyakarta
Cetakan        : I, Februari 2004
Tebal         [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/kemana-lagu-anak-anak-kita.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemana lagu anak-anak kita?'>Kemana lagu anak-anak kita?</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/sapa-hangat-einstein-kepada-anak-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sapa Hangat Einstein kepada Anak Dunia'>Sapa Hangat Einstein kepada Anak Dunia</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fromeo-juliet-sex-pistols-dan-rambut-spiky.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fromeo-juliet-sex-pistols-dan-rambut-spiky.html" height="61" width="51" /></a></div><strong>Judul Buku   : THE PUNK #1 PUNK NOVEL
Penulis          : Gideon Sams
Penerjemah  : Ade Ma’ruf
Penerbit        : Alinea, Yogyakarta
Cetakan        : I, Februari 2004
Tebal             : XV +58</strong>

Jika ada anggapan yang mengatakan bahwa anak-anak punk sebagai bocah yang melulu urakan, liar dan jauh dengan apa yang namanya cinta dan kesetiaan, bacalah risalah The Punk. Di sana akan kita dapati secuplik kisah cinta dari sepasang pemuda punk yang harus tewas demi  kekukuhan sebuah cinta. Berkorban nyawa demi sebuah kesetaiaan.

<span id="more-10"></span>
Adolph Spitz dan Thelma, adalah dua pemuda yang sama-sama menjalani kehidupan punk sedalam-dalamnya. Menindik kuping dan hidung, mabuk, berkelahi, hobi mendengar gebukan drum dan lengkingan gitar Sex Pistol, dan abai pada masa depan, adalah jalan hidup yang sudah mereka pilih.

Keberanian Thelma untuk meninggalkan pacar lamanya bernama Ned, pemimpin punk aliran teddy dan lebih memilih Adolph sebagai kekasihnya, membuat akhir dari percintaan mereka berakhir tragis.

Kecemburuan Ned terhadap Adolph membuahkan kebencian yang amat  dalam. Pada sebuah malam sehabis konser punk, Ned membuntuti Adolph dan bermaksud untuk menghabisi nyawanya dengan pisau yang telah disiapkan. Di sudut gang, diantara belantara beton dan dini hari yang amat sunyi, Ned meneriaki Adolph, “Oi, kamu”

Adolph membalikkan badan dan bertanya pada orang yang baru memanggil namanya itu, “Oi, apa maumu?”

Ned berkoar,”Aku ingin kau, bocah spiky. Dan kau tahu kenapa. Kau habis main dengan pacarku, kan?”

Dengan lantang Adolph pun menjawab,”Ia bukan milikmu lagi, ia sudah nggak mau mengenalmu. Ia menginginkanku, jadi nggak ada cara yang bisa membuiatnya kembali padamu.”

Mendengar jawaban itu Ned naik pitam. Perkelahian pun tak terelakkan. Dengan kelincahan yang dimiliki, Adolph berhasil mengelak dari serangan pisau Ned dan berbalik menyeranggnya.

Perkelahian itu pun berakhir. Adolph berhasil menancapkan pisau yang dibawa Ned ke perut pemimpin Teddy itu. Tanpa pikir panjang, Adolph segera meninggalkan tubuh Ned yang sudah kejang-kejang dan banyak mengucurkan darah di atas aspal yang hitam.

Keesokan harinya, kematian Ned tersebar lewat berita yang termuat di surat kabar. Mengetahui pemimpin tewas, anak-anak teddy bersiap untuk balas dendam pada Adolph. Pada sebuah malam di trotoar jalan, secara tak sengaja anak-anak teddy mendapati Adolph sedang jalan bersama Thelma.

Perkelahian jalanan pun tak terhindarkan. Novel yang dikisahkan oleh Gideon Sams itu pun berakhir ketika anak-anak teddy berhasil menghabisi nyawa Adolph dan Thelma, sebelum suara sirine polisi lamat-lamat mendekat ke tempat kejadian.

Demikian akhir tragis dari kisah novel The Punk yang disebut sebagai novel punk pertama itu. Tak ayal, novel ini mendapat perhatian tersendiri oleh komunitas pemuda punk di Inggris pada tahun 1970-an. Bahkan sebagian dari mereka, kisah romantis itu mereka sebut-sebut sebagai kisah yang layak disandingkan dengan roman Romeo dan Juliet dari karya William Shakepeare yang amat mahsyur itu.

Novel ini juga membelalakkan mata kita tentang sisi lain anak punk, komunitas yang selalu dilabelkan sebagai kalangan sampah itu. Bahwa disebalik pelbagai pelabelan negatif terhadap anak-anak punk, mereka ternyata juga manusia sewajarnya yang bisa memahami arti cinta dan kesetiaan.

Namun mengapa mereka (anak-anak punk) lebih memilih hidup ala jalanan yang keras? Bukankah dengan tinggal di rumah dengan cinta dari orang tuanya, nonton TV, baca komik, main gitar dan sedikit membantu kerjaan orang tua hidup mereka terasa lebih nyaman? Jawaban dari pertanyaan inilah yang baiknya kita cari untuk bisa memahami lebih jauh sisi lain anak-anak punk!

Akar Gerakan Punk

Sebagaimana pengantar novel ini, musik punk orisinal berkembang sebagaimana karier bintang yang menyertainya---melesat sebentar lalu jatuh. Namun kita juga bisa melihat bahwa punk memang hadir dengan gaungnya sendiri, termasuk legenda-legenda yang menyertainya.

Bahkan raja musik Rock and Roll semacam Elvis, bagi sebagian orang dianggap sebagai seorang punk. Tiap-tiap generasi memang mempunyai gayanya sendiri, mereka berusaha menentang tatanan mapan yang telah ada.

Tapi seperti yang kita ketahui bahwa punk mulai tumbuh pada awal 1970-an. Band-band seperti The Fugs, MC5, dan The Stroges termasuk yang menebarkan benih pertama. Namun band-band pertama yang menunjukkan sikap dan gaya punk adalah New York Dolls dan Television yang muncul dari lingkungan kecil punk di New York. Keanehan dari band-band tersebut sudah terlihat di masa ini, seperti penghormatan ala Nazi dan rambut potongan spiky.

Namun band-band tersebut masih berada di underground scene, hingga tahun 1976, ketika The Remones dan Sex Pistols menghentak panggung musik dunia. Sejak saat itu musik punk dan para penggemarnya punk muali mewaranai musik dunia dengan keanehan dan coraknya sendiri.  Arus punk tersebut kini masih dijadikkan aliran musik band-band musik kontemporer dunia semisal Green Day, Rancid, Blink 182, Sum 41 dan sebagainya.

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/kemana-lagu-anak-anak-kita.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemana lagu anak-anak kita?'>Kemana lagu anak-anak kita?</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/sapa-hangat-einstein-kepada-anak-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sapa Hangat Einstein kepada Anak Dunia'>Sapa Hangat Einstein kepada Anak Dunia</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/romeo-juliet-sex-pistols-dan-rambut-spiky.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sapa Hangat Einstein kepada Anak Dunia</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/sapa-hangat-einstein-kepada-anak-dunia.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/sapa-hangat-einstein-kepada-anak-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 16:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Eintein]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyanr.web.id/2008/03/19/sapa-hangat-einstein-kepada-anak-dunia.html</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Dear Professor Einstein, Surat-Menyurat Einstein dengan Anak-anak.
Editor            : Alice Calaprice
Penerjemah  : Bogie Soedjatmiko
Penyunting   : Haris Priyatna
Penerbit        : Kaifa
Cetakan         : I, November 2003
Tebal   [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/kemana-lagu-anak-anak-kita.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemana lagu anak-anak kita?'>Kemana lagu anak-anak kita?</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/romeo-juliet-sex-pistols-dan-rambut-spiky.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Romeo-Juliet, Sex Pistols dan Rambut Spiky'>Romeo-Juliet, Sex Pistols dan Rambut Spiky</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fsapa-hangat-einstein-kepada-anak-dunia.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.sofyanr.com%2Fsapa-hangat-einstein-kepada-anak-dunia.html" height="61" width="51" /></a></div><strong>Judul : Dear Professor Einstein, Surat-Menyurat Einstein dengan Anak-anak.
Editor            : Alice Calaprice
Penerjemah  : Bogie Soedjatmiko
Penyunting   : Haris Priyatna
Penerbit        : Kaifa
Cetakan         : I, November 2003
Tebal             : 252 halaman
</strong>

Seorang anak dari benua hitam menulis surat kepada Einstein. Ia menceritakan kegilaannya terhadap astronomi. Setiap malam ia bersama temannya harus berjingkat melewati ruang pengawas menuju sisi lain gedung asrama agar bisa melakukan pengamatan gugus-gugus bintang. Ia tidak berharap banyak untuk bisa menyita waktu sang ilmuwan. Satu bulan kemudian datang surat balasan Einstein. Ia menulis surat lagi menjelaskan betapa senang perasaannya, karena mendapat tanda tangan ilmuwan cemerlang itu.

<span id="more-7"></span>
Demikian cerita tentang surat yang ditulis Tyffanny, gadis kecil dari Afrika Selatan, kepada Einstein. Albert Einstein, fisikawan kesohor sangat menyukai anak-anak. Kedekatannya dengan anak-anak terungkap lewat surat-surat yang dikirim kepadanya dan ditulisnya untuk anak-anak. Kepeduliannya untuk selalu berusaha membalas surat dari anak-anak menunjukkan kalau dirinya tidak diragukan lagi memiliki kedekatan dengan makhluk yang sering dianggap sebagai miniatur orang dewasa. Tidak seperti kebanyakan orang dewasa—mungkin termasuk ilmuwan besar lainnya—yang seringkali mengabaikan keberadaan anak-anak. Bahkan tidak jarang tidak menyukai anak-anak.

Surat-menyurat dengan anak-anak selalu saja menarik, terutama jika surat-surat tersebut ditujukan kepada seseorang yang sangat terkenal. Di dalamnya terdapat kepolosan, kejujuran, dan kelucuan anak-anak. Seperti surat yang ditulis seorang anak bernama Ann, gadis kecil umur 6 tahun. ”Saya pikir bapak harus potong rambut supaya kelihatan lebih rapi”. Demikian sarannya. Ada pula surat dari Sam di Virginia Barat. Dalam suratnya, ia berdebat dengan temannya yang mengatakan bahwa Einstein akan menjadi gila, karena semua genius yang dulu-dulu juga gila. Namun, anak kelas 2 SMP ini tidak setuju dengan temannya. Hingga ia pun menulis surat itu.

Pertanyaan-pertanyaan mereka sangat beragam. Seperti apakah para ilmuwan suka sembahyang, ihwal astronomi, anggapan bahwa Einstein tokoh kartun yang fiktif, imajinasi tentang kue pembuat genius, ucapan cepat sembuh, dan perdamaian dunia juga mengemuka dalam surat anak-anak itu. Mereka pun dengan berani mengajukannya secara langsung, lugas, dan tanpa takut-takut kepada Einstein. Laiknya menyurati seorang sahabat pena dibandingkan kepada seorang ilmuwan besar.

Einstein tidak sekadar menjawab surat-surat yang dialamatkan kepadanya. Ia juga memberikan penjelasan atas pertanyaan seputar fisika dan relativitas, saran, kebersamaan dalam belajar, sampaikan salam hangat perdamaian ke seluruh dunia. Semuanya dijawab-tuliskan dengan kerendahan dan kemuliaan hati seorang yang tidak pernah menganggap dirinya ilmuwan besar. Melalui salah satu dari surat-surat terakhirnya, ditulis sekitar tiga minggu sebelum kematiannya, Einstein pun secara ajek berlaku rendah hati dengan menganggap kado (surat-surat) anak-anak kepadanya merupakan saran yang baik bagi masa depan.

Einstein memperlihatkan kualitasnya sebagai orang dewasa yang bisa bergaul dengan anak-anak. Ia mampu memahami mereka dengan bahasanya. Ia juga tidak menyamakan anak-anak tersebut dengan masa kanak-kanak di zamannya. Uniknya, ia tidak menganggap dirinya seorang genius. Ia tidak sekalipun menyebut karya besarnya. “Ia hanya membicarakan hal-hal yang bisa kami mengerti,” tulis seorang anak tentang diri ilmuwan itu. Dengan logika roti, sapi dan susu, ia dengan lugas menjelaskan matahari sebagai sumber kehidupan.

Perhatian Einstein terhadap anak-anak disebabkan karena ia tinggal terpisah dari anak-anaknya. Menjelang Perang Dunia I, ia tinggal di Berlin, sedangkan anaknya, Hans Albert, dan istrinya, Mileva, di Zurich. Satu-satunya cara berkomunikasi yang mereka lakukan—dan paling mungkin pada waktu itu—selama berjauhan adalah dengan bersurat-suratan. Einstein menulis dengan kehangatan dan perhatian seorang ayah. Ia ingin menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa mereka memiliki seorang ayah yang dekat dan mencintai mereka. Kebiasaannya menulis surat juga ia lakukan dengan cucunya hingga ia meninggal.

Buku kecil berjudul Dear Professor Einstein ini memuat lebih dari 60 surat dari anak-anak—beberapa dari orang dewasa yang mewakili anak-anak—di seluruh dunia. Dari Jerman, Afrika Selatan, Belanda, sampai Puerto Rico. Tapi kebanyakan berasal dari anak-anak Amerika pada saat Einstein tinggal di Princeton, New Jersey. Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto Einstein dan keluarga dalam berbagai aktivitas hidupnya dan beberapa teks asli surat yang ditulis anak-anak kepadanya.

Lewat buku kecil ini, Einstein telah menunjukkan sisi lain dari kehidupan ilmiahnya sebagai seorang ilmuwan melalui surat-menyuratnya dengan anak-anak, yakni kecintaannya terhadap anak-anak. Ia adalah pribadi dewasa yang sejati, yang di dalam hatinya masih terdapat jiwa kanak-kanak

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.sofyanr.com/kemana-lagu-anak-anak-kita.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemana lagu anak-anak kita?'>Kemana lagu anak-anak kita?</a></li>
<li><a href='http://www.sofyanr.com/romeo-juliet-sex-pistols-dan-rambut-spiky.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Romeo-Juliet, Sex Pistols dan Rambut Spiky'>Romeo-Juliet, Sex Pistols dan Rambut Spiky</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/sapa-hangat-einstein-kepada-anak-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
