<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sofyan R &#187; FPI</title>
	<atom:link href="http://www.sofyanr.com/tag/fpi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sofyanr.com</link>
	<description>Jobless Blogger, Part Time Traveller, Freelance Developer</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 21:57:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Kekerasan (lagi?)</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 12:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[vandalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya membaca berita tentang aksi brutal di Monas yang mengakibatkan beberapa orang luka dan sejumlah kerugian material yang belum sempat dihitung. Dari cuplikan berita TV yang saya lihat, beberapa mobil rusak akibat aksi ini. Beberapa orang mengalami luka berat dan ringan. Berbagai media ramai-ramai menjadikan headline berita. Secara pribadi, saya sudah…]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Beberapa hari yang lalu, saya membaca berita tentang<strong> aksi brutal di Monas</strong> yang mengakibatkan beberapa orang luka dan sejumlah kerugian material yang belum sempat dihitung. Dari cuplikan berita TV yang saya lihat, beberapa mobil rusak akibat aksi ini. Beberapa orang mengalami luka berat dan ringan. Berbagai media ramai-ramai menjadikan <strong>headline berita</strong>. Secara pribadi, saya sudah muak dengan berita semacam ini dan cara pemberitaan media yang senantiasa diliputi euforia.<span id="more-59"></span></p>
<p style="text-align: left;">Feeling saya mengatakan ini sebuah <strong>skenario untuk mengalihkan perhatian </strong>dari isu utama beberapa minggu kemarin akibat dampak kenaikan BBM beberapa waktu lalu. Jujur kalau kita bisa berpikir jernih, dampak riil kenaikan BBM jauh lebih hebat dari  aksi demo dan huru hara di Monas yang gak bermutu itu. Bukan maksud saya menganggap enteng kasus Monas. Tapi dengan adanya kasus ini, secara tidak sadar kita telah digiring untuk &#8220;melupakan&#8221; isu yang lebih  penting, isu yang menyangkut seluruh rakyat Indonesia</p>
<p style="text-align: left;">Kenyataannya, isu tentang BBM melibatkan ratusan juta nyawa, sedangkan peristiwa Monas hanya melibatkan segelintir pihak, dan itu sekali lagi hanya terjadi di Jakarta. Bandingkan dengan dampak harga minyak yang sangat komplek: inflasi, kanaikan harga sembako, teknis BLT yang banyak celah, kesenjangan sosial yang timbul dll.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Kalau pemerintah memang serius</strong>, kasus Monas bisa di selesaikan dalam waktu singkat. Soal pembubaran organisasi tertentu itu gampang banget kalau pemerintah punya niat. Jadi menurut saya, ini hanya akal-akalan pihak tertentu untuk memindahkan fokus kita dari masalah yang sebenarnya. Sekarang makin jelas, kejadian Monas berlatarkan perselisihan antara satu kelompok dengan kelompok lain. Dan saya kira banyak pihak, termasuk <strong>media cukup pandai membaca </strong>situsi ini</p>
<p style="text-align: left;">Inti permasalahannya adalah, apakah kita sadar kalau kita diperdaya dengan kasus kekerasan Monas atau tidak. Perkiraan saya, tidak akan ada solusi apapun terkait dari kasus ini seperti kasus yang sudah-sudah karena memang tidak ada niat untuk menyelesaikannya secara tuntas. Tuntutan dari berbagai lapisan masyarakat untuk membubarkan FPI sepertinya tidak mempengaruhi pemerintah dalam bersikap. Argumen yang dibangun adalah, &#8220;pembubaran (FPI) tidak menjamin Indonesia bebas dari aksi kekerasan dan vandalisme&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Kenyataannya, kekerasan itu sama tuanya dengan sejarah manusia seperti yang sempat saya singgung <a title="Hikayat Kekerasan" href="http://www.sofyanr.com/sekali-lagi-kekerasan.html"><strong>di sini</strong></a>. Jadi Argumen pemerintah yang belum juga memberikan putusan <strong>tegas</strong> sungguh alasan yang basi banget. Saya yakin, kekerasan akan selalu hadir dalam hidup manusia. Tapi, bukan itu inti permasalahannya. Bahwa setiap pelaku tindak kekerasan dan pelanggaran hukum wajib ditindak tegas, apapun itu alasannya.</p>
<p style="text-align: left;">Atau jangan-jangan pemerintah sudah menjalin hubungan mesra dengan pihak tertentu dibalik kerusuhan Monas karena keduanya saling membutuhkan?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>[<a href="http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html" title="cerita tentang kerokan">cerita tentang kerokan</a>]]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/kekerasan-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

