<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sofyan R &#187; penipu</title>
	<atom:link href="http://www.sofyanr.com/tag/penipu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sofyanr.com</link>
	<description>Jobless Blogger, Part Time Traveller, Freelance Developer</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 21:57:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Raja Copet</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/raja-copet.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/raja-copet.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 00:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[copet]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[penipu]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Ini kisah nyata beberapa tahun yang lalu ketika masih kuliah di Jogja. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan pulang dari Janti ke kos di daerah Klebengan Sleman Jogjakarta. Saya naik bus jalur 7 yang terkenal dengan aksi pencopet yang cukup lihai di jalur bus kota Jogja Seperti biasa, saya lebih suka memilih duduk di bagian…]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Ini kisah nyata beberapa tahun yang lalu ketika masih kuliah di Jogja. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan pulang dari Janti ke kos di daerah Klebengan Sleman Jogjakarta. Saya naik bus jalur 7 yang terkenal dengan aksi pencopet yang cukup lihai di jalur bus kota Jogja<span id="more-52"></span></p>
<p style="text-align: left;">Seperti biasa, saya lebih suka memilih duduk di bagian belakang dekat pintu. Dari Janti banyak penumpang lain yang ikut naik. Kebanyakan dari mereka sepertinya pengangguran elit (mahasiswa). Karena capek setelah seharian beraktivitas, saya mulai mengantuk meski bis yang saya tumpangi masih ngetem. Segera saja saya ambil kacamata hitam di saku jaket yang udah bulukan dan memasang di muka yang tidak terlalu tampan ini. Entah beberapa lama saya sudah terlelap, tiba-tiba kaki saya terasa ada yang menginjak dan sakit rasanya. Dengan ekspresi sepontan saya terbangun dan meracau tak karuan</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Saya:</strong> waduw&#8230;$%$#^%%&amp;%^&#8230;.**&amp;*+!@@ (maap terpaksa di sensor)</p>
<p style="text-align: left;">Tiba-tiba saya melihat dua orang pria tampak kaget begitu mendengar reaksi saya yang spontan sambil misuh-misuh (mengumpat) sekenanya. Saya sendiri tidak ingat kata-kata apa saja yang keluar dari mulut saya. Anehnya setelah saya selesai meracau, kedua orang tersebut tampak kikuk, terdiam beberapa saat dan kemudian menghampiri saya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Orang I</strong>: &#8221; Sory, dab&#8230;. ora sengojo &#8221; (Sory dab -mas&#8230;. tidak sengaja), kata pemuda yang masih cukup muda dengan rambut gondrong.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Orang II</strong>: &#8221; tenang, rak sah nesu-nesu. mengko bagi-bagi koyo biasane&#8221; ( tenang, tidak usah marah-marah, nanti kita bagi-bagi seperti biasanya), kata pemuda satunya yang berperawakan sedikit gempal dengan celana pendek.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah selesai ngomong, mereka berdua turun dari bis kota yang saya tumpangi. Hingga beberapa lama waktu, saya masih belum paham maksud kedua orang tersebut tentang kata &#8220;bagi-bagi seperti biasanya&#8221;. Akhirnya rasa penasaran saya terjawab setelah seorang penumpang yang duduk di deretan tengah bis  tampak panik. Usut punya usut, si penumpang ini ternyata baru saja kecopetan. Dompet, Hand Phone dan entah barang apalagi telah hilang.</p>
<p style="text-align: left;">Dari obrolan antar penumpang, ternyata ciri-ciri orang yang dicurigai sebagai pencopet sangat mirip dengan dua orang pemuda yang beberapa menit lalu ngobrol dengan saya. Mereka sudah turun dari bis kota kurang lebih 2 KM yang lalu.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Hahahahaaa&#8230;..</strong> akhirnya saya paham maksud &#8220;bagi-bagi seperti biasanya&#8221;. Mereka berdua (para pencopet) mengira bahwa saya seprofesi dengan mereka. Dan, bagi-bagi hasil adalah hal yang lumrah kalau gerombolan copet malancarkan aksi. Analisis prematur saya, mereka para pencopet itu, menganggap saya pencopet yang biasa beroperasi di jalur 7 bis kota Jogja dan mereka merasa pekewuh karena telah beroperasi di area yang sama.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Huahahahaaaaa&#8230;&#8230; </strong>ternyata saya dulu lebih cocok jadi copet daripada mahasiswa yang sudah karatan!!!!! Dengan muka pas-pasan, bodi kurus (maklum masih mahasiswa), rambut agak gondrong, jaket buruk rupa plus kacamata cukup bagi saya untuk menyamar sebagai pencopet di bis kota Jogja waktu itu.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah sekian tahun sejak kejadian itu, saya berpikir, <strong>seperti apa kira-kira penampilan copet di Jogja saat ini</strong>? Pastinya tidak seperti penampilan saya yang pas-pasan. Bayangan saya, copet di bis kota Jogja sekarang memakai celana jeans, kaos oblong modis, sepatu gaul dan dandanan yang cukup necis agar bisa bergaul dengan calon-calon korban seperti yang saya temui beberapa hari lalu ketika pulang dari pameran komputer  di Semarang. Copet yang berhasil diringkus massa berpakaian rapi, masih muda dan necis.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak lagi bukti-bukti di TV dan media massa, bahwa <strong>copet kelas tinggi berpenampilan lebih necis dan berkelas</strong>. Penipu dan koruptor yang mencopet harta negara bahkan punya mobil dan sopir pribadi. Mereka berdasi, berjas dan bersepatu kinclong. Copet dengan tampang pas-pasan sudah kuno, ketinggalan jaman dan tentu saja bakal susah mencari rejeki.</p>
<p style="text-align: left;">Dan, saya bersyukur sudah diciptakan dalam bentuk dan rupa yang pas-pasan. Itu artinya, peluang saya berkarir jadi copet bisa diminimalkan karena modal tampang yang sudah kadaluarsa. Tidak cocok lagi berprofesi jadi copet jaman sekarang.</p>
<p style="text-align: left;">Stereotip bahwa copet selalu berpenampilan pas-pasan sudah banyak termentahkan di koran dan media massa lainnya. Maka, jika Anda bertemu dengan orang yang berwajah pas-pasan, ada baiknya Anda tidak selalu berburuk sangka. Berhati-hatilah dengan orang yang berpenampilan begitu mempesona dan meyakinkan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>[<a href="http://www.sofyanr.com/raja-copet.html" title="film indonesia sofyan sopian">film indonesia sofyan sopian</a>][<a href="http://www.sofyanr.com/raja-copet.html" title="penipu sofian">penipu sofian</a>]]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/raja-copet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati penipuan gaya baru</title>
		<link>http://www.sofyanr.com/hati-hati-penipuan-gaya-baru.html</link>
		<comments>http://www.sofyanr.com/hati-hati-penipuan-gaya-baru.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:10:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyanr</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[penipu]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[pesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sofyanr.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu, saya ditelepon orang tak dikenal ngakunya dari panitia yang mo ngadaian pesta bloger di Semarang. Seorang laki-laki, dari suaranya sih sepertinya bapak-bapak berusia antar 40-45 tahunan. Si bapak ini telpon dengan maksud mengundang saya untuk berpartisipasi dalam acara Pesta Blogger. Padahal saya bukanlah seorang seleb blog yang terkenal. Ngeblog cuma sambil lalu…]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Beberapa hari lalu, saya ditelepon orang tak dikenal ngakunya dari panitia yang mo ngadaian pesta bloger di Semarang. Seorang laki-laki, dari suaranya sih sepertinya bapak-bapak berusia antar 40-45 tahunan. Si bapak ini telpon dengan maksud mengundang saya untuk berpartisipasi dalam acara Pesta Blogger.  Padahal saya bukanlah seorang seleb blog yang terkenal. Ngeblog cuma sambil lalu dan bukan jadi rutinitas <span id="more-53"></span></p>
<p style="text-align: left;">Dia juga nyinggung2 beberapa komunitas blogger yang akan turut berpartisipasi, salah satunya<a title="Komunitas Blog Semarang" href="http://www.loenpia.net"> <span style="text-decoration: underline;"><strong>Loenpia</strong></span></a> yang bakal jadi tuan rumah acara. Intinya, si Bapak ini membujuk untuk mentrasfer sejumlah uang sebagai bukti keikutsertaan sebagai peserta untuk biaya akomodasi, dll.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara kartu peserta bisa diambil di sekretariat Loenpia di daerah Puri Anjasmoro (mosok sih loenpia punya kantor ? ) atau pas acara di hotel Santika. Kuota peserta sudah hampir penuh dan akan diprioritaskan bagi yang membayar biaya pendaftaran lebih dulu. Say juga bingung darimana sih orang ini bisa dapat info tentang no telpon saya?</p>
<p style="text-align: left;">Ngakunya dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional. Makanya komunitas Blogger akan berkumpul dan kebetulan Semarang dan Komunitas Loenpia yang di daulat jadi tuan rumah yang akan menggelar pesta blogger. Karena udah yakin ki aksi tipu-tipu, penjelasan yang berbuih itu cuma masuk telinga kanan, keluar telinga kiri</p>
<p style="text-align: left;">Aku yakin ini pasti tukang tipu yang lagi nyari keuntungan ketenaran loenpia dan komunitas blogger yang lain. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi semuanya dan jangan sampai ada yang jadi korban penipuan. Ada-ada aja trik yang dipakai buat melancarkan aksi tipu-tipu</p>
<p style="text-align: left;">Ini NO Telpon yang digunakan si penelpon gelap: <strong>085865345142. </strong>Jika teman-teman sesama blogger  merasa menerima telpon gelap, sms atau apapun yang mengatasnamakan komunitas blogger jangan mudah percaya. Silakan laporkan dan segera posting ke milist atau komunitas blogger yang terkait untuk langkah pencegahan</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>[<a href="http://www.sofyanr.com/hati-hati-penipuan-gaya-baru.html" title="penipuan bulma vendor">penipuan bulma vendor</a>][<a href="http://www.sofyanr.com/hati-hati-penipuan-gaya-baru.html" title="bulma vendor">bulma vendor</a>][<a href="http://www.sofyanr.com/hati-hati-penipuan-gaya-baru.html" title="hati-hati penipuan emas">hati-hati penipuan emas</a>][<a href="http://www.sofyanr.com/hati-hati-penipuan-gaya-baru.html" title="mitra adi buana">mitra adi buana</a>][<a href="http://www.sofyanr.com/hati-hati-penipuan-gaya-baru.html" title="penipuan sawit">penipuan sawit</a>]]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sofyanr.com/hati-hati-penipuan-gaya-baru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

