Monday, April 21st, 2008

Riwayat Kartini, seperti yang saya tulis di sini, memang penuh paradoks dan ironi. Tulisan-tulisan Kartini juga banyak memuat anakronisme; suatu hal yang bisa dipahami mengingat dia cuma perempuan berusia duapuluhan (saat ia mulai menulis) yang hanya lulusan Sekolah Rendah, tanpa kesempatan meneruskan sekolah, dan hanya susah payah belajar sendiri. (more…)
Tags: april, kartini, Wanita
Posted in Coretan | 1 Comment »
Monday, April 21st, 2008

April ini saya coba membayangkan Kartini sedang asyik membaca Dari Raden Ajeng Kartini untuk Maria Magdalena Pariyem, sepucuk sajak Joko Pinurbo di kumpulan puisinya, Celana. Salah satu bagian sajak itu berbunyi: …Kaudengarkah suara gamelan/ tak putus-putusnya dilantunkan/ di pendapa agung yang dijaga/ tiang-tiang perkasa/ hanya untuk mengalunkan/ tembang-tembang lara?
(more…)
Tags: april, kartini, Wanita
Posted in Coretan | 2 Comments »